hasyimasyari003Jika anda memahami uraian di bab-bab sebelumnya, anda pasti tahu bahwa kebenaran ada di pihak kelompok salafiyah yang mengikuti khittah generasi salaf yang shaleh. Merekalah yang disebut as Sawad al A’dzam (Kelompok Mainstream). Merekalah yang sejalan dengan para ulama dua tanah suci yang mulia dan para ulama al Azhar yang merupakan suri teladan bagi kelompok pengusung kebenaran. Di antara mereka terdapat ulama-ulama yang tidak mungkin disebutkan semua mengingat keberadaan mereka yang tersebar di berbagai penjuru negeri (dunia). Sebagaimana bintang-bintang di langit yang tidak dapat dihitung jumlahnya. Rasulullah SAW. pernah bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَجْمَعُ أُمَّتِى عَلَى ضَلاَلَةٍ وَيَدُ اللَّهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ وَمَنْ شَذَّ شَذَّ إِلَى النَّارِ

“Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan seluruh umatku berada dalam kesesatan. Dan Allah berpihak bersama jamaah. Barangsiapa yang menyendiri (menyimpang dari jamaah), dia akan menyendiri ke neraka.” (HR. Tirmidzi).

Ibnu Majah menambahkan:

فَإِذَا وَقَعَ الاخْتِلاَفُ فَعَلَيْكُمْ بِالسَّوَادِ الأَعْظَمِ ، مَعَ الْحَقِّ وَأَهْلِهِ

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Apabila terjadi perselisihan hendaklah kamu mengikuti as-sawad al-a’dzam, bersama dengan kebenaran dan pengusungnya.”

Dalam kitab sl Jami’ ash Shaghir disebutkan:

إِنَّ اللهَ قَدْ أَجَارَ أُمَّتي أَنْ تَجْتَمِعً عَلَى ضَلاَلَةٍ

“Sesungguhnya Allah telah melindungi umatku (agar tidak) bersekongkol dalam kesesatan.”

Mayoritas generasi salaf adalah penganut madzhab empat. Al Bukhari adalah penganut Madzhab Syafi’i. Beliau belajar dari al Humaidi, az Za’farani dan al Karabisi. Begitu pula dengan Ibnu Khuzaimah dan an Nasa’i. Imam al Junaid adalah penganut Madzhab Tsauri. ssy Syibli adalah penganut Madzhab Maliki. Al Muhasibi adalah penganut Madzhab Syafi’i. Al Jariri adalah penganut Madzhab Hanafi. (Syaikh Abdul Qodir) al Jilani adalah penganut Madzhab Hambali. Dan (Abul Hasan) asy Syadzili adalah penganut Madzhab Maliki. Sebab, berpegang kepada madzhab tertentu akan membuat seseorang lebih mudah menghimpun fakta, memahami masalah, mendalami persoalan dan mendapatkan apa yang dibutuhkan. Prinsip inilah yang dianut oleh generasi salafus salih dan masyayikh (kiai) di masa lalu. Mudahan-mudahan Allah SWT. berkenan meridhoi mereka semua.

Maka kami (Hadratussyaikj KH. M. Hasyim Asy’ari) menganjurkan kepada segenap kaum muslimin agar bertakwa kepada Allah SWT dengan takwa yang sebenar-benarnya. Jangan sampai mereka mati kecuali sebagai muslim (yang sejati). Hendaklah mereka memperbaiki hubungan di antara mereka, menyambung tali persaudaraan (bersilaturrahmi), berbuat baik kepada tetangga, karib kerabat dan kawan-kawan, mengetahui hakikat dosa-dosa besar, menyayangi orang-orang lemah dan orang-orang kecil. Kita harus mencegah mereka dari permusuhan, saling membenci, memutuskan hubungan, saling mendengki, berpecah belah dan berbeda-beda dalam urusan agama. Kita harus mendorong mereka agar menjadi saudara, bekerja sama dalam kebajikan, memegang teguh agama Allah SWT, tidak bercerai-berai, dan mengikuti Al Kitab (Al-Qur’an), as Sunnah (Hadis), dan jalan yang diikuti oleh ulama-ulama umat ini, seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Asy-Syafi’i  dan Imam Ahmad bin Hambal.

Mudahan-mudahan Allah SWT. berkenan meridhoi mereka semua. Mereka adalah orang-orang yang telah dinyatakan oleh ijma’ (konsensus umat Islam) bahwasanya kita tidak boleh keluar dari madzhab mereka dan harus menolak pendapat yang dimunculkan oleh kelompok yang berseberangan dengan apa yang dianut oleh generasi salafus shaleh.

Sementara Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa orang yang menyendiri (keluar dari jamaah) akan menyendiri ke neraka. Beliau juga memerintahkan agar umatnya senantiasa bergabung bersama jamaah yang mengikuti jalan yang dilalui oleh generasi salafus shaleh. Karena Rasulullah SAW bersabda:

وَأَنَا آمُرُكُمْ بِخَمْسٍ أَمَرَنِى اللَّهُ بِهِنَّ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ وَالْجِهَادُ وَالْهِجْرَةُ وَالْجَمَاعَةُ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ قِيدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ الإِسْلاَمِ مِنْ عُنُقِهِ

“Dan aku memerintahkan kepada kalian 5 hal yang Allah perintahkan kepadaku: mendengar, patuh, berjihad, berhijrah dan berjamaah. Karena sesungguhnya orang yang meninggalkan jamaah sejengkal saja maka ia telah melepaskan tali Islam dari lehernya.”

Umar bin Khaththab ra. pernah berkata, “Teruslah berjamaah dan jangan sekali-kali berpecah-belah. Karena setan bersama satu orang. Dan jika bersama dua orang maka setan akan berada lebih jauh. Barangsiapa yang menginginkan kemewahan hidup di surga hendaklah ia konsisten bersama jamaah.”


*Diambil dari kitab Risalah Ahlu as Sunnah wa al Jama’ah karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.

SebelumnyaSerunya Menjalani Ramadhan di Kota Daeng Makassar
BerikutnyaSMP A. Wahid Hasyim Tebuireng Terbaik 2 Nilai Rata-Rata UN se-Jombang