Pendidikan Berbasis AI Tanpa Kehilangan Ruh Kemanusiaan, Pesantren Al-Chodidjah Gelar Workshop Nasional

55

Tebuireng.online– Dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada tantangan besar untuk beradaptasi dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tanpa mencabut akar nilai kemanusiaan. Menjawab fenomena tersebut, Yayasan Al-Chodidjah menyelenggarakan Workshop Nasional Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis AI dan Kearifan Lokal yang berlangsung secara daring mulai 16 hingga 22 Februari 2026.

Pengasuh Pesantren Al-Chodidjah, Gus Mirza, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa teknologi harus diposisikan sebagai instrumen pendukung, bukan substitusi peran manusia dalam proses mendidik.

Workshop ini menghadirkan Dr. Yulianah Prihatin, M.Pd., Dosen PBSI Universitas Hasyim Asy’ari, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Dr. Yulianah menyoroti pergeseran karakter peserta didik yang kini didominasi oleh pola konsumsi informasi serba instan, visualisasi menarik, dan durasi singkat khas media sosial.

“Ini bukan masalah peserta didik tidak mau belajar, tetapi cara belajar mereka yang telah berubah. Pembelajaran konvensional berbasis ceramah murni sering kali membuat mereka sulit fokus. Maka, metode pengajaran pun harus bertransformasi,” tegas Dr. Yulianah.

Ia memahami bahwa pendidik saat ini memikul beban berat, mulai dari tuntutan administratif hingga target capaian belajar. Banyak guru memiliki ide kreatif namun terbentur keterbatasan waktu dan keterampilan teknis dalam mengemas media pembelajaran.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Melalui forum ini, peserta tidak dituntut menjadi ahli teknologi, tetapi didorong menjadi pendidik yang lebih kreatif, kontekstual, dan adaptif. AI diperkenalkan sebagai alat efisiensi dalam merancang materi ajar, sehingga pendidik memiliki lebih banyak waktu untuk menjalankan peran utamanya sebagai pembimbing spiritual dan moral.

Keunikan program ini terletak pada integrasi kearifan lokal. Peserta diajak memadukan kecanggihan AI dengan nilai-nilai budaya dan spiritualitas. Tujuannya agar teknologi tidak membuat pembelajaran terlepas dari realitas kehidupan dan tetap menghadirkan pengalaman belajar yang otentik bagi santri atau siswa.

Kegiatan yang dipandu oleh moderator Dandy Ashgor Dawudi ini diikuti secara antusias oleh para pendidik dari berbagai jenjang. Workshop yang diselenggarakan secara gratis setiap pukul 09.00 WIB ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya guru-guru yang tidak hanya melek digital, tetapi juga teguh menjaga nilai kemanusiaan di tengah masifnya arus digitalisasi.

Dengan adanya inisiatif dari Pesantren Al-Chodidjah ini, tradisi pesantren terbukti mampu bersinergi dengan kemajuan zaman, membuktikan bahwa teknologi dan spiritualitas dapat berjalan beriringan demi mencetak generasi masa depan yang unggul.

 

Workshop Nasional Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis AI dan Kearifan Lokal yang berlangsung secara daring mulai 16 hingga 22 Februari 2026.

Pewarta: Anis Faikatul Jannah, S.Pd.