Tebuireng.online- Prodi Komunikasi & Penyiaran Islam (KPI) Universitas Hasyim Asy’ari kembali mengadakan Webinar dengan menghadirkan para pemateri yang sedang digandrungi para santri karena sebagai referensi media sosial santri yaitu Rumail Abbas (Admin Santri Gayeng), Khasbi Faqih (Admin Ala NU) dan Admin NU Garis Lucu dengan tema “Dakwah Digital Dan Geliat Santri Online” melalui Via Zoom dan Live Youtube 164 Channel, dengan dimoderatori oleh Muhammad As’ad, Minggu (04/10/2020).

Berbeda seperti Admin Santri Gayeng dan Admin Ala NU yang menyebut identitas, NU Garis Lucu tidak ada, karena beliau memang dari awal ketika membentuk media tersebut, mempunyai prinsip agar tidak ingin dan tidak harus semua tahu tentang beliau.

Tidak semua media bisa kolaborasi dengan Admin NU Garis Lucu, “Kemarin pun saya dihubungi oleh salah satu media namun saya bilang, ‘maaf’. Karena memang sudah prinsip,” ujar Admin Nu Garis Lucu.

“Mungkin, kalaupun yang tidak menghubungi dari Tebuireng, saya masih memikirkan kembali, namun ketika saya dihubungi langsung dari Tebuireng, saya pun tidak bisa menolak istilahnya sam’an wa tha’atan kepada inspirator saya dan kami, almaghfurlah Abdrurrahman Wahid (Gus Dur),” ungkap admin NU Garis Lucu ini.

NU Garis Lucu memang media yang sedang disukai para santri, namun bukan para santri saja ataupun dari agama Islam tetapi dari kalangan Non Islam pun menyukai cuitan Twitter NU Garis Lucu yang twitnya memang ringan dan universal dengan humor yang sering diberikan oleh para kiai maupun masayikh ketika di pondok. Di situlah kenapa NU Garis Lucu dibuat agar tidak menghilangkan kehumoran para Kyai dan Masayikh Nahdlathul Ulama agar tetap terasa sampai sekarang.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Admin Garis Lucu mengatakan “Media Twitter untuk sekarang ini memang menjadi barometer kalangan para pemuda setelah Instagram, dan ketika ‘salah satu media’ sudah banyak yang mengetahui, banyak para endorsemen masuk menghubungi saya untuk diiklankan barang lapaknya namun saya kembali ke prinsip saya, media NU Garis Lucu bukan media kommersial. Mungkin banyak media yang menerima endorsement dan lain sebagainya. Itu sudah menjadi pinsip kita,” imbuhnya.

Pewarta. Dian Bagus