Tebuireng.online– Nadiem Makarim, B.A., M.B.A., Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, menyampaikan bahwa dalam globalisasi yang tidak dapat dihentikan, kita harus mampu mengatasinya dengan cara yang adaptif, pada seminar nasional dengan tema “Membangun Peradaban Indonesia Melalui Riset Pendidikan Agama Islam dan Hukum Keluarga oleh Program Pascasarjana Universitas Hasyim Asyari (UNHASY) Tebuireng , Minggu (20/12/20) melalui video conference via zoom.

Mas Menteri, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar harus mampu menjadi contoh bagi bangsa lain dalam menghadapi gelombang besar globalisasi. Di mana hal ini pernah dibuktikan oleh para wali dengan akulturasi budaya dan KH. Muhammad Hasyim Asy’ari (ulama abad 19) dengan menjalankan Islam yang rahamatan lil ‘alamin.

Nadiem berharap Islam rahmatan lil ‘alamin yang damai dan mencerahkan, mampu tercipta dan dimulai dari organisasi terkecil yaitu keluarga. “Alangkah baiknya jika nilai-nilai Islam yang damai dan mencerahkan dimulai dan dikembangkan melalui pendidikan pada unit terkecil masyarakat yaitu keluarga,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pria lulusan Hubungan Internasional di Universitas Brown, Amerika Serikat ini berharap masyarakat khususnya peserta webinar, “Saya berharap, melalui kegiatan ini. Kita mampu melatih diri kita untuk terbiasa terbuka terhadap disrupsi dan hal-hal yang sifatnya membangun tentunya tanpa kehilangan keyakinan dan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia,” harapnya.

Kemudian Nadiem menutup materinya dengan mengajak semua peserta untuk dapat mencetuskan pemikiran pemikiran inovatif yang bermanfaat bagi banyak orang dan sejalan cita-cita Indonesia maju.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pewarta : Afifah

SebelumnyaInilah Pemenang Lomba Esai Kategori Santri dan Mahasantri
BerikutnyaSebuah Pertanyaan Hidup