Munas IKAPETE Perbarui Struktur Lembaga, Fokus pada Isu Perempuan hingga Budaya

37

Tebuireng.online- Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) menghasilkan sejumlah keputusan strategis terkait penyesuaian struktur kelembagaan. Perubahan ini dilakukan untuk merespons dinamika kebutuhan alumni yang telah tersebar di berbagai belahan dunia.

Dalam konferensi pers yang digelar di Ndalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng, Sabtu (18/4/2026) pagi, Ketua Presnas IKAPETE periode 2022–2026, Prof Dr H Masykuri Bakri MSi, menjelaskan bahwa organisasi kini melakukan penajaman fungsi melalui penambahan dan peleburan sejumlah lembaga.

“Saat ini terdapat enam lembaga, di antaranya pendidikan dan dakwah, pengembangan perekonomian, serta advokasi hukum. Dalam Munas ini, kami melakukan penyesuaian, salah satunya melebur lembaga perempuan menjadi Lembaga Perempuan dan Anak,” ujar Prof Masykuri.

Selain peleburan tersebut, IKAPETE juga membentuk lembaga baru, yakni Lembaga Kesehatan dan Sosial serta Lembaga Kesenian dan Kebudayaan. Langkah ini diambil untuk memastikan organisasi tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan sosial kemasyarakatan.

Munas yang berlangsung sejak Jumat tersebut tidak hanya menjadi forum sidang organisasi, tetapi juga ajang konsolidasi kepemimpinan empat tahunan yang dijalankan dengan nuansa kekeluargaan. Prof Masykuri menegaskan bahwa pemilihan pemimpin baru tetap menggunakan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Mantan Rektor Unisma ini juga menekankan posisi IKAPETE sebagai payung besar yang menyatukan seluruh alumni dari berbagai pondok pesantren di bawah naungan dzuriyah (keturunan) Tebuireng.

“Visi IKAPETE adalah menjadi pemersatu. Bahkan, daerah-daerah yang belum memiliki kepengurusan resmi turut meminta dilibatkan, ini menunjukkan semangat persatuan yang tinggi,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pengasuh Pesantren Tebuireng sekaligus Pelindung IKAPETE, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), memberikan pesan mengenai pentingnya menjaga keterhubungan antargenerasi. Ia mengingatkan bahwa sejak berdiri pada 1899, Pesantren Tebuireng telah mencetak alumni yang tak terhitung jumlahnya di berbagai sektor.

“Kita diperintahkan untuk menjaga persatuan. Hubungan antara alumni dan pesantren harus tetap tersambung sebagai satu kesatuan besar,” ujar Gus Kikin.

Gus Kikin menegaskan bahwa pihak pesantren bersama KH Ma’ruf Amin selaku pelindung akan senantiasa hadir sebagai fasilitator bagi para alumni, baik dalam penyediaan waktu maupun tempat untuk berkonsolidasi.

“Kami ingin memfasilitasi kegiatan-kegiatan agar alumni-alumni bisa terus berkumpul dan memberikan manfaat,” pungkasnya.

Baca Juga: Munas IKAPETE Hadirkan Ngaji 4 Bulanan dan Peluncuran Buku Tafsir Surah Al-‘Alaq


Pewarta: Bakhit Jauharullaudza

Editor: Sutan