Mukhlisin Ashar Bekali Santri Tebuireng Ilmu Jurnalistik

75
(tengah) Wartawan senior sekaligus Ketua Dewan Jejaring Duniasantri, Mukhlisin Ashar, latih santri Tebuireng ilmu Jurnalistik (foto: irsyad)

Tebuireng.Online– Jejaring Duniasantri berkolaborasi dengan Tebuireng Media Group menggelar Workshop Kepenulisan Kreatif dan Jurnalistik pada Jumat (22/8/2025) di Aula Lantai 1 Gedung Yusuf Hasyim, Pesantren Tebuireng Jombang. Kegiatan ini diikuti oleh santri, mahasantri, mahasiswa, pegiat literasi, serta pengelola media dalam rangka memeriahkan Harlah ke-6 Jejaring Duniasantri.

Mukhlisin, Ketua Dewan Jejaring Duniasantri sekaligus wartawan senior, hadir mengisi materi Jurnalistik. Dalam paparannya, ia menyampaikan dasar-dasar jurnalistik, mulai dari pengertian, produk jurnalistik, hingga pentingnya menguasai teknik menulis berita dengan kaidah 5W+1H.

Baca Juga: Workshop Pengelolaan Media Pesantren, Cetak Penulis dan Jurnalis Santri

“Jurnalistik bukan hanya keterampilan menulis berita, tetapi juga latihan berpikir sistematis, disiplin, sekaligus cara menjaga publik dari hoaks, ujaran kebencian, dan isu SARA. Dari sini, santri bisa belajar menulis dalam berbagai genre dengan dasar yang kuat,” ungkapnya.

Lelaki yang akrab disapa Pak M ini, juga menekankan sembilan elemen jurnalistik sebagaimana dikemukakan Bill Kovach, antara lain kewajiban mengungkap kebenaran, loyalitas pada publik, disiplin verifikasi, independensi, hingga peran jurnalisme sebagai ruang diskusi publik.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jenis karya jurnalistik, baik straight news, depth news, investigasi, hingga interpretatif. Ia menjelaskan bahwa berita harus memiliki nilai penting, aktual, relevan, dan disajikan dalam struktur piramida terbalik dengan judul, lead, body, dan tail yang jelas.

Dalam rangkaian workshop ini, tidak hanya berisi materi teori, tetapi juga praktik menulis opini, cerpen, karya sastra, serta strategi pengelolaan media pesantren. Beberapa praktisi dan pegiat literasi pesantren turut hadir memberi pelatihan teknis agar santri terbiasa menulis kreatif sekaligus memahami tata kerja redaksi.

Kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias saat diajak melakukan simulasi reportase dan wawancara, termasuk latihan membuat judul dan lead berita yang menarik.

Baca Juga: JDS dan Tebuireng Media Group Gelar Workshop Penulisan Kreatif dan Jurnalistik

Melalui workshop ini, pihak penyelenggara, mengharapkan kegiatan ini mampu menjadi ruang bagi pesantren untuk melahirkan generasi penulis dan jurnalis pesantren yang mampu mengembangkan literasi, menyuarakan nilai-nilai pesantren, serta menjaga identitas kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital.

“Semoga setelah kegiatan ini, teman-teman santri khususnya dan peserta yang lain, mampu lebih mencintai dunia literasi dan meningkatkan literasi di pesantren masing-masing,” tutur Munawara, salah satu panitia kegiatan ini saat diwawancarai (23/8).

Untuk diketahui, acara ini merupakan rangkaian acara dari 20 Agustus 2025 yaitu Panggung Seni dan Budaya Santri, lalu 21-22 Workshop Kepenulisan, yang ditutup dengan Sarasehan dan Bedah Buku “Menggali Api Pancasila” tanggal 23 Agustus 2025 di aula lantai 3 Yusuf Hasyim Tebuireng Jombang.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary