Sumber gambar: alexelgeniolucas.com

Oleh: Nur Indah*

Semasa hidup Rasulullah, beliau sangat jarang terjangkit sebuah penyakit. Rasulullah SAW menanamkan aspek “lebih baik mencegah daripada mengobati”, Rasulullah mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit, maka kita akan menemukan sekian banyak petunjuk yang mengarah pada upaya pencegahan. Di dalam Kitab Shahih Bukhori saja tak kurang dari 80 hadis yang mengungkapkan masalah ini. Ada beberapa kebiasaan positif yang membuat Rasulullah selalu tampil fit, prima, dan jarang sakit.

Pertama, istikamah melakukan puasa sunnah. Puasa merupakan perisai terhadap berbagai macam penyakit jasmani maupun rohani, tak hanya itu puasa dinilai sangat ampuh untuk detoksifikasi atau pembersihan racun dalam tubuh. Pengaruhnya dalam menjaga kesehatan melebur berbagai ampas makanan. Oleh karena itu, terdapat beberapa puasa sunnah yang dianjurkan dalam Islam kepada umatnya seperti puasa Senin Kamis, Ayyamul bidh, puasa Daud, puasa 5 Hari di awal bulan Syawal dan lain-lain.

Kedua, tidak makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Kapasitas perut dibagi menjadi 3 bagian yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair) dan sepertiga lagi untuk udara (gas).

Ketiga, tidak meniup makanan dan minuman yang panas. Menurut ilmu kedokteran dijelaskan apabila ketika kita menghembuskan nafas pada minuman atau makanan yang panas, maka kita akan mengeluarkan karbon dioksida (C02) yang apabila bercampur dengan air dari minuman tersebut akan mengandung (H20), dan akan menjadi H2C03 yang setara dengan dzat di dalam cuka sehingga mengubah dzat yang di dalam air menjadi acidic (bersifat asam). Dan apabila hal tersebut terulang-ulang menjadi sebuah kebiasaan maka akan merusak kinerja oelrgan tubuh, salah satunya yakni ginjal dan beresiko meningkatkan serangan jantung.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Keempat, tidak makan atau minum dengan posisi berdiri. Mengapa? Karena ketika kita minum dengan posisi berdiri, air yang kita minum akan meluncur langsung menuju kandung kemih tanpa disaring terlebih dahulu oleh sistem dalam tubuh. Akibatnya akan terjadi pengendapan di saluran ureter. Endapan ini bila semakin sering terjadi maka akan menyebabkan penyakit kristal ginjal atau yang sering disebut dengan batu ginjal.

Kelima, makan dan minum dengan tenang atau tidak tergesa-gesa, karena tergesa-gesa adalah perbuatan setan. Dan cara makan seperti ini akan menghindarkan seseorang dari tersedak ataupun tergigit dan makanan dapat dikunyah dengan lebih baik, sehingga kerja organ pencernaan lebih ringan. Dari segi medis, makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna. Dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kanker di usus besar.

Keenam, memilah milih makanan yang baik dikonsumsi, selektif terhadap makan yang masuk ke dalam pencernaan merupakan sebuah anjuran dari Rasulullah kepada seluruh umatnya, tidak ada sedikitpun makanan yang masuk ke dalam pencernaan Rasulullah kecuali makanan halal dan thayyib, maksudnya adalah makanan yang didapatkannya adalah dengan cara yang baik dan makanan tersebut mengandung gizi yang baik pula. Dan salah satu makanan yang disukai Rasulullah adalah madu yang dicampur dengan air, gunanya untuk membersihkan saluran pencernaan.

Ketujuh, tidak bergadang dan lekas bangun dari tidur, Rasulullah membiasakan diri untuk cepat tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua, kemudian beliau bersiwak lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah SWT dan Rasulullah SAW menghindari tidur melebihi kebutuhan, namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekedar yang dibutuhkan.

Pola hidup sehat Rasulullah SAW menunjukkan bahwa agama Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin membawa banyak maslahat atau manfaat bagi manusia dan dengan diutusnya nabi Muhammad SAW tentu sangat membantu manusia dalam mendapatkan hal yang terbaik bagi kehidupannya.


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

SebelumnyaBelajar Adab Berpuasa
BerikutnyaSatu Warsa Menabung Rindu