Tebuireng.online- “Mari kita bertakbir bersama, ramaikan malam Idul Adha, malam ini kita di karantina sambil baca takbir bersama-sama, mencari jalan korona hilang, kita semua senang, pun.” Begitulah bunyi jinggle yang mengawali malam gema takbir Idul Adha di Pondok Pesantren Putri Walisongo pada Kamis malam (30/07/2020) bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1441 Hijriyah.

Pondok Pesantren Putri Walisongo pada akhirnya memutuskan untuk merayakan lebaran Idul Adha kali ini dengan sederhana karena banyak faktor yang kurang mendukung akibat pandemi. Pengurus Pesantren akhirnya memutuskan lomba takbir dan tabuh bedug antar komplek yang biasanya digelar setiap tahun kini hanya diganti dengan acara khataman dan bertakbir bersama di halaman pondok pesantren putri Walisongo.

“Tahun ini kami tidak mengadakan lomba dan nyate bareng, karena pondok lockdown, jadi tidak bisa mengundang tukang jagal masuk pesantren,” ujar ketua pondok putri walisongo, Vina Nihayah Husna.

Meski hanya sebagian santri yang memutuskan kembali ke Pesantren, namun tidak mengurangi antusiasme mereka untuk merayakan takbir kemenangan dengan penuh semangat. Sedangkan shalat Idul Adha juga digelar dengan khidmat pada pagi harinya di halaman pondok putri Walisongo dengan diimami langsung oleh Ibu Nyai H. Nihayah Abdul jabbar yang dilanjutkan dengan istighasah bersama.   

Pewarta: Lu’luah

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
SebelumnyaMenarik, Kurban Tebuireng Penuhi Protokol Kesehatan
BerikutnyaLawan Pandemi, Pondok Seblak Tetap Laksanakan Shalat Id