
Tebuireng.online- Sebanyak 871 santri Pesantren Sains Tebuireng mengikuti kegiatan takbir keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, Selasa (26/5/2026) malam. Agenda tahunan yang berlangsung mulai pukul 19.40 hingga 21.30 WIB ini diikuti oleh 443 santri putra dan 428 santri putri dengan penuh antusiasme.
Dalam pawai tersebut, para santri menampilkan beragam kreativitas, mulai dari pembuatan ogoh-ogoh, poster kreatif, hingga penggunaan kostum unik. Berbagai replika bertema Idul Adha seperti miniatur unta, sapi, kambing, bedug, serta bendera kelas turut diarak sepanjang rute.
Rute takbir keliling dimulai dari Lapangan Trensmart, kemudian melewati Kantor Pondok, Pos Utara, Pos Satpam Selatan, Asrama GS, Lapangan Belakang, Kediaman (Ndalem) Gus Mughni, dan berakhir kembali di Lapangan Trensmart.
Panitia pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah islamiyah antar-santri, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap syiar Islam dan tradisi keagamaan. Meskipun meriah, kegiatan ini sengaja dibatasi hanya di dalam lingkungan domestik pesantren demi alasan keamanan.
Pembina sekaligus panitia acara, Lathiva, mengatakan bahwa pembatasan area dilakukan karena lokasi pesantren berbatasan langsung dengan area persawahan dan jalan raya utama.
“Meskipun hanya dilaksanakan di lingkungan pesantren, semangat para peserta tetap tinggi. Pembatasan area dilakukan demi menjaga keamanan. Dengan demikian, kegiatan dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu lingkungan sekitar,” ujar Lathiva, Selasa.
Salah seorang santri, Akmalia, mengaku terkesan dengan jalannya acara. Menurut dia, suasana malam takbir di dalam pesantren terasa lebih meriah dibandingkan di rumah karena adanya berbagai perlombaan kreativitas antar-kelas dan pembagian undian berhadiah.
Saking tingginya semangat para peserta, sempat terjadi insiden kecil berupa pecahnya botol kaca yang digunakan sebagai salah satu alat bunyi-bunyian alternatif di tengah acara. Namun, hal tersebut tidak mengganggu kekondusifan pawai.
Selain menjadi tradisi tahunan, festival takbir keliling ini juga difungsikan sebagai sarana pembinaan karakter. Melalui persiapan yang matang, para santri dilatih untuk bekerja sama, tampil percaya diri, serta menjaga kekompakan dalam bingkai nilai-nilai keislaman.
Pewarta: Aulia Rachmatul Umma
Editor: Sutan


















