Rektor Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy), Prof. Haris Supratno meresmikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan memberangkatkan mahasiswa KKN, Ahad (31/7/2022). (foto: amr/asf/frd/zdn)

Tebuireng.online– Rektor Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy), Prof. Haris Supratno, pada Ahad (31/7/2022) meresmikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan melepas ratusan mahasiswa untuk menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang pada tahun ini diakui sebagai program kuliah di luar kampus atau Kampus Merdeka.

Di Unhasy, sistem perkulihan Kampus Merdeka akan diterapkan secara keseluruhan untuk angkatan 2020, sehingga pada tahun ini (2022) masih dalam tahap penyesuaian dan peralihan.

Program ini begitu menarik bagi mahasiswa. Hal ini terlihat dari beberapa mahasiswa yang mengaku telah melakukan persiapan dalam pemberangkatan KKN sejak jauh hari.

“Kami sangat antusias menyambut KKN, sudah dari kejauhan hari dipersiapkan dengan membawa beberapa program kerja masing masing serta kelompok,” ungkap salah satu mahasiswa KKN.

Ratusan mahasiswa ikuti upacara peresmian Kampus Merdeka dan pelepasan program KKN.

Acara ini diikuti seluruh mahasiswa angkatan 2019, beberapa mahasiswa dari angakatan 2018 yang pada tahun sebelumnya belum mengikuti program tersebut.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Untuk diketahui, muatan pelaksanaan program KKN ini setara dengan mata kuliah sehingga mahasiswa wajib mengikuti progam yang dilaksanakan oleh kampus dengan memilih salah satu di antara 3 program yang di sarankan yaitu kewirausahaan, proyek desa, dan proyek kemanusiaan.

“KKN ini sebagai tahap merealisasikan harapan yang telah dibangun oleh para mahasiswa untuk membuat suatu program yang memiliki banyak dampak baik bagi masyarakat dan mengembangkan beberapa program kerja desa,” imbuhnya.

Pelaksanaan kuliah di luar kampus ini digelar selama satu bulan, sejak 1 Agustus hingga 31 Agustus 2022. Adapun ratusan mahasiswa KKN Unhasy tersebar di 3 lokasi, yaitu: Mojowarno, Mojoagung, dan Sumobito.

Pewarta: Firda Lestari

SebelumnyaPeace Train Indonesia, Merawat Kebinekaan Seperti Gus Dur
BerikutnyaKesehatan Mental untuk Santri