Mengapa Rasulullah Menganjurkan Wudhu Sebelum Tidur? Ini Hikmahnya

15

Pernahkah kita berpikir bahwa tidur yang dilakukan setiap malam sebenarnya memiliki kemiripan dengan kematian? Dalam Islam, tidur sering disebut sebagai “mati kecil” karena saat seseorang tidur, kesadarannya terputus dari dunia sekitarnya dan ia tidak mengetahui apa yang terjadi hingga terbangun kembali.

Karena itu, Rasulullah mengajarkan umatnya untuk tidak tidur sembarangan. Salah satu sunnah yang sangat dianjurkan adalah berwudhu sebelum tidur. Dalam hadis di dalam kitab Shahih Al-Bukhari No.247 beliau bersabda:

عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ، ثُمَّ قُلْ: اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ، فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ فَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ، وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَتَكَلَّمُ بِهِ

Artinya: Dari Al-Bara’ bin ‘Azib, ia berkata: Nabi bersabda, ‘Apabila engkau mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah sebagaimana wudhu untuk salat, kemudian berbaringlah di atas lambung kananmu, lalu ucapkan: “Ya Allah, aku menyerahkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena berharap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tidak ada tempat menyelamatkan diri dari-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan kepada nabi yang Engkau utus. Jika engkau meninggal pada malam itu, maka engkau berada di atas fitrah. Jadikanlah kalimat-kalimat itu sebagai ucapan terakhirmu sebelum tidur”.

Tidur dalam Islam sebagai Pengingat Kematian

Dalam pandagan Islam, saat tidur manusia kehilangan kesadaran, tidak mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya, dan tidak memiliki kepastian apakah ia akan terbangun kembali setelah tidur. Karena itu, Rasulullah mengajarkan agar seorang muslim tidur dalam keadaan suci dan mengakhiri harinya dengan mengingat Allah.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Para ulama juga menjelaskan bahwa orang yang tidur dalam keadaan berwudhu berarti mengakhiri harinya dengan ibadah. Jika ia bangun kembali, ia memulai hari baru dengan keberkahan. Jika ajal menjemputnya saat tidur, ia meninggal dalam keadaan suci dan sedang menjalankan sunnah Rasulullah.

Selain itu, dalam hadis tersebut Rasulullah mengajarkan doa sebelum tidur sebagai bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah:

“…….. اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْك”

Artinya: “Ya Allah, aku menyerahkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu……”

Doa ini menggambarkan kesadaran bahwa kehidupan dan kematian sepenuhnya berada dalam genggaman Allah. Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat, melainkan momen ketika seorang hamba menyerahkan dirinya kepada Sang Pencipta.

Walaupun tujuan utama wudhu adalah ibadah, namun wudhu memiliki manfaat yang dapat dipahami dalam ilmu pengetahuan. Wudhu melibatkan pencucian bagian tubuh yang paling sering terpapar lingkungan, seperti tangan, wajah, hidung, dan kaki. Dari sudut pandang kesehatan, kebiasaan membersihkan anggota tubuh sebelum tidur membantu mengurangi kotoran, debu, serta mikroorganisme yang menempel setelah beraktivitas sepanjang hari.

Mencuci tangan, misalnya, telah lama diakui sebagai salah satu cara paling efektif untuk mengurangi penyebaran kuman. Membersihkan wajah juga membantu menghilangkan debu dan sisa polutan yang menempel selama beraktivitas. Sementara itu, membasuh kaki dapat memberikan rasa nyaman setelah digunakan berjalan atau berdiri dalam waktu lama.

Selain aspek kebersihan, wudhu juga dapat menjadi bagian dari rutinitas menjelang tidur (bedtime routine). Dalam ilmu psikologi tidur, rutinitas yang dilakukan secara konsisten sebelum tidur membantu memberi sinyal kepada tubuh bahwa waktu istirahat telah tiba. Aktivitas yang menenangkan, termasuk membersihkan diri dan berdoa, dapat membantu seseorang memasuki kondisi yang lebih rileks sebelum tidur.

Namun, penting untuk dipahami bahwa manfaat-manfaat tersebut merupakan penjelasan tambahan dari sisi kesehatan dan perilaku. Tujuan utama wudhu tetaplah ibadah dan ketaatan kepada Allah. Seorang Muslim tidak berwudhu karena mengejar manfaat kesehatan semata, melainkan karena mengikuti tuntunan Rasulullah.

Menyatukan Iman dan Kebiasaan Baik

Salah satu keindahan ajaran Islam adalah banyaknya ibadah yang sekaligus mengajarkan kebiasaan hidup yang baik. Wudhu sebelum tidur merupakan contoh sederhana namun bermakna. Dalam beberapa menit, seorang Muslim membersihkan diri, menenangkan pikiran, mengingat Allah, dan mempersiapkan diri untuk beristirahat.

Di tengah kesibukan modern, banyak orang mengakhiri hari dengan menatap layar ponsel hingga tertidur tanpa persiapan apa pun. Sunnah Rasulullah ﷺ mengajarkan pendekatan yang berbeda: membersihkan diri, berbaring dengan adab yang baik, membaca doa, lalu menyerahkan segala urusan kepada Allah.

Pada akhirnya, wudhu sebelum tidur bukan sekadar kebiasaan fisik. Ia adalah pengingat bahwa setiap malam bisa menjadi malam terakhir dalam hidup seseorang. Dengan tidur dalam keadaan suci dan mengingat Allah, seorang muslim menutup harinya dengan ketenangan, harapan, dan kesiapan untuk kembali kepada-Nya kapan saja.

Baca Juga: Benarkah Menghadapkan Kaki ke Kiblat Saat Tidur Itu Terlarang?


Penulis: Alfina Salsabila 

Editor: Sutan