Pengasuh Pondok Putri Pesantren Tebuireng, KH. Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi) memberi mauidah hasanah dalam acara peringatan maulid Nabi Muhammad yang diisi dengan pengajian kitab maulid Ad Diba’i oleh Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.
Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang, ikuti pengajian Kitab Maulid Ad Diba’i.

Tebuireng.online— Dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, Dema Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang menyelenggarakan pengajian kitab maulid Diba’, Sabtu (9/11/19) di aula Ma’had Aly.

Dalam acara yang mengusung tema “Revitalisasi Semagat Spiritualitas melalui Siroh Nabawi” itu, KH. Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi) mengajak para hadirin untuk membaca ratibul haddad bersama-sama.

Seusai pembacaan ratibul hadad, Pengasuh Pondok Putri Pesantren Tebuireng itu memberikan ijazah kepada seluruh hadirin. Setelah memberikan ijazah ratibul hadad, acara dilanjutkan dengan mengaji kitab maulid diba’.

Membacakan haditsul awal dari kitab addiba’i, Gus Fahmi menyebutkan bahwa anugerah terbesar umat Islam adalah dijadikan umat Nabi Muhammad.

“Nikmat terbesar umat Islam adalah kita ini dijadikan sebagai umat beliau (Nabi Muhammad),” ungkapnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Gus Fahmi menambahkan bahwa anugerah terbesar itu adalah kelahiran nabi dan diutusnya nabi. Hal itu menurutnya adalah karena tidak ada umat lain sebelum umat Nabi Muhammad yang dielu-elukan seperti umat Nabi Muhammad.

“Tidak ada umat-umat yang di elu-elukan seperti umatnya kanjeng nabi ini,” tuturnya.

Selain itu, tambahnya, Nabi Muhammad itu juga mencintai umatnya dan cintanya itu akan diperjuangkan hingga titik darah penghabisan. “Nabi itu sangat mencintai kita bahkan nabi itu kelak akan mencari umatnya yang ada di neraka untuk diberikan syafaat sampai tidak tersisa lagi,” terangnya.

Bahkan pada kesempatan itu, Gus Fahmi menerangkan bahwa sesungguhnya salat umat Muhammad ini lebih utama dari salatnya para malaikat.

“Sampai-sampai, salat kita itu lebih utama daripada salatnya para malaikat meskipun kadang kita itu masih sering lalai dengan salat kita,” tandasnya.

Pewarta: Aji Bintang Nusantara

SebelumnyaRefleksi Hari Pahlawan bagi Pemuda Bangsa
BerikutnyaSifat Kepahlawanan dan Pengorbanan Salafus Shalih