Pengasuh Pondok Putri Pesantren Tebuireng, KH. Fahmi Amrullah Hadzik memberikan ceramah saat peringatan maulid Nabi Muhammad (28/20). Foto: Dimas

Tebuireng.online– Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1442 Hijriyah, seluruh santri Pesantren Tebuireng kembali mempelajari keteladanan dan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah melalui ceramah keagamaan, Rabu (28/20).

Acara berlangsung di Masjid Utama Pesantren Tebuireng dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, serta melalui dalam jaringan (daring) dan live streaming Youtube.

“Kita mengetahui bersama jarak kita dengan masa Rasulullah terpaut sangat jauh. Saat ini, telah memasuki tahun 1442 H, berarti sekitar 16 abad lamanya kita terpaut dengan zaman Rasulullah. Tetapi, pada masa itu beliau telah menerapkan nilai-nilai keimanan yang sampai saat ini bisa dirasakan kemanfaatannya,” ungkap Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz.

Dalam sambutannya, Gus Kikin sapaan akrab KH. Abdul Hakim Mahfudz berharap semua santri dapat meniru akhlak dan nilai-nilai keimanan yang ditinggalkan oleh Rasulullah.

“Nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat menjadi salah satu kunci kesuksesan seorang santri dalam menuntut ilmu,” imbuhnya. KH. Fahmi Amrullah, Pengasuh Pondok Putri Pesantren Tebuireng juga memberikan nasihat-nasihat dalam acara tersebut.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Dalam memperingati acara Maulid jadilah orang yang jujur, orang yang tanggung jawab, orang yang pemaaf, dan orang yang darmawan, sehingga nilai-nilai tersebut berjalan sesuai akhlak baginda Nabi Muhammad SAW,” tutur Gus Fahmi.

Menurutnya, jujur dalam diri Nabi Muhammad sudah ada sejak beliau masih kecil. Sehingga beliau mendapatkan gelar sebagai ‘Al-Amin’ yang bermakna terpercaya.

“Untuk sikap tanggung jawab, Baginda Rasulullah bertanggung jawab penuh untuk umatnya, kelak kita akan masuk surga dengan syafaatnya, yang diberikan oleh Allah SWT. Pemaaf, beliau adalah sosok yang sungguh banyak memberikan maaf terhadap para musuh-musuhnya, sebagaimana perlakuan penduduk negeri Thaif dari kabilah Bani Tsaqif,” imbuhnya.

Dan terkahir, lanjut Gus Fahmi nilai dalam diri Nabi Muhammad memiliki sikap dermawan (suka memberi) meskipun beliau tidak memiliki apa-apa. Meskipun beliau dalam kondisi kelaparan jauh dari kata kenyang. Nabi Muhammad selalu mendahulukan kemaslahatan umatnya, dengan gemar memberi.

Acara peringatan maulid nabi menambah khidmat dengan pembacaan maulid diba’ (kisah-kisah Rasulullah) oleh tim Kumpulan Banjari dan Hadroh Pesantren Tebuireng (KUBAHIRENG).

Pewarta: Dimas Setyawan

SebelumnyaMengenang 100 Hari H. Thariq, Santri Khoiriyah Hasyim Kirim Doa Bersama
BerikutnyaSelamat Ulang Tahun, Baginda