Tebuireng.online Menteri Pemberdayaan Wanita (Menpawa) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari laksanakan webinar (sharing online) Jumat (23/10) melalui aplikasi Zoom. Hal ini digelar dalam rangka peringati Hari Santri Nasional.

Acara yang dimulai sejak pukul 19.30 WIB dihadiri oleh mahasantri putri dari beberapa mahasantri Ma’had Aly di Indonesia di antaranya Ma’had Aly Hasyim Asy’ari dan Ma’had Aly Kebon Jambu Cirebon.

Sharing online dengan tema “Kontribusi Perempuan Pesantren untuk Negeri” diisi oleh Fitrianti Maryam dan Hilyatul Aulia.  Perbincangan hangat dimulai dari bagaimana sejarah permulaan pesantren di Indonesia.

Fitrianti Maryam, Redaktur Majalah Tebuireng dan tebuireng.online ini mengungkapkan bahwa saat itu pesantren perempuan di Indonesaia dimulai dengan santri yang sedikit dan masih terfokus pada penanaman nilai-nilai agama bagi para perempuan Indonesia.

“Dengan tujuan agar para ibu nantinya mampu mendidik anak-anak mereka dalam hal pendidikan agama, namun seiring berjalannya waktu, pondok putri mulai bertebaran di banyak pondok pesantren yang awalnya hanya menyediakan pendidikan untuk kaum lelaki saja,” ungkapnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Namun menurutnya, saat ini sudah banyak disadari bahwa hak perempuan untuk menuntut ilmu juga sama, sehingga di mana ada pondok putri di situ ada pondok putra.

Pemateri lain, Hilyatul Aulia menyebutkan bahwa saat ini banyak perempuan pesantren  yang turut berkontribusi dalam hal sosial dan pendidikan di luar pesantren, namun masih blum banyak terekspos. Diantaranya adalah ibu Nur Rofiah, Zakiyah Drajat, dan Khofifah Indar Parawansa yang saat ini menjabat sebagai gubernur Jawa Timur.  

“Sebenarnya sangat banyak perempuan pesantren juga bu nyai yang berkontribusi dalam hal-hal di luar pesantren, namun belum banyak tulisan yang mengeksposnya,” ungkap Hilya yang saat ini menjabat sebagai salah satu kontributor di Mubadalah.Id.

Menurut penjelasan dari Zakiyatul Marfiroh selaku kooordiantor dari Menpawa Ma’had Aly Hasyim Asy’ari berharap acara ini dapat menambah wawasan perempuan pesantren serta memberi semangat untuk berkontribusi terhadap negeri.

“Semoga acara ini bisa menambah semangat teman-teman, untuk berkontribusi bagi negeri dan tidak lagi membatasi diri hanya karena menganggap perempuan tidak bisa mengambil peran,”  ungkap mahasantri asal Riau itu.

Sementara itu salah satu mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Anisa Khoiril Fadila mengungkapkan bahwa acara ini dapat menambah semangat mahasantri untuk terus mengembangkan skill sebagai bekal untuk terjun ke masyarakat.

“Tentunya acara ini bisa menambah semangat bagi mahasantri untuk terus mengembangkan skill sebagai bekal untuk ketika terjun ke masyarakat,” ungkapnya.

Acara yang dipimpin oleh Devi Yuliana, mahasantri Mahad Aly Hasyim Asy’ari ini berjalan dengan lancar dan meriah hingga pukul 21.30 Wib.

Pewarta: Sayidatul Afifah Rusda

SebelumnyaBuya Husein Sebut 4 Tokoh Pesantren Pejuang Kemerdekaan Indonesia
BerikutnyaIni Pesan untuk Santri Khoiriyah Hasyim di Hari Santri