Tebuireng.online— Dalam penutupan Ma’had Aly Arabic Festival (Mahrest) diadakan bedah kitab Adabul alim wal muta’allim karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari yang dipimpin langsung oleh KH. Bahaudin Nur Salim (Gus Baha’) dan KH. Musta’in Syafi’i, sebagai pembanding.

Dalam kesempatan itu, Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menghadiri serta memberikan pesan kesan kepada mahasantri dan seluruh peserta. Menurutnya, acara festival ini merupakan salah satu cara Mahad Aly mencetak kader-kader ulama masa kini.

“Kaderisasi ulama ini sangatlah penting. Mudah-mudahan tiap tahunnya semakin banyak peminatnya untuk dapat mengikuti acara ini. Secara tidak langsung, acara ini juga menunjukkan bahwa kebutuhan-kebutuhan untuk memahami agama Islam semakin meningkat,” ungkapnya.

Gus Kikin mengingatkan, bahwa sangat penting untuk menjaga agama Islam saat ini. “Kita menyadari bahwa globalisasi membawa dampak luas dalam pemikiran. Dan bila kita perhatikan, yang paling banyak berpengaruh ialah anak-anak kita sendiri. Jadi kita harus hati-hati dalam membina anak-anak kita. Kita telah mengetahui resiko-resiko yang ada. Dan kita juga memiliki kewajiban untuk tetap menjaga warisan tersebut. Kita juga harus menjaga Islam sebaik mungkin. Jangan sampai terjadi di tempat lain, Islam kurang diurusi hingga ditinggalkan,” pesannya.

Acara penutupan ini dimeriahkan dengan bedah kitab. Bedah kitab menjadi salah satu tanda berakhirnya Ma’had Aly Arabic Festival yang dimulai  pada 14-16 November 2020 di aula lt.3 gedung KH. Yusuf Hasyim Tebuireng Jombang. Dalam kesempatan itu pula diumumkan pemenang dari beberapa lomba yang diadakan dalam Mahrest.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pewarta: Dimas Setyawan

SebelumnyaMudir Mahad Aly Ungkap Tujuan Mahrest
BerikutnyaPeraih Juara Mahrest Dijamin Masuk Mahad Aly Tanpa Tes