Maulid Nabi ala Komplek Legendaris Tebuireng

Foto: Istimewa

Tebuireng.online- Aliansi Komplek K dan Komplek Y Pesantren Tebuireng menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW di pelataran komplek pada Kamis (28/11/19) lalu. Komplek K dan Komplek Y merupakan 2 komplek Legendaris yang sejak zaman dahulu masih aksis sampai saat ini. Dalam kesempatan ini kedua komplek tersebut berkolaborasi memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw.

Acara ini tampak dihadiri oleh sejumlah dzuriyah Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Kholik Tsani (Gus Aing), Gus Fahmi Amrullah Hadzik, Gus Sulkhan, dan Wakil Kepala Pondok Pesantren Tebuireng, Ust. Selamet Habib.

Maulid yang diselenggarakan para santri dari komplek K dan Komplek Y ini dikemas dengan cara yang berbeda dari peringatan maulid Seperti pada umumnya. Peringatan maulid ini dikemas dengan ala Jawi Kuno layaknya sedekah desa, dengan melimpah ruahnya makanan dan hasil bumi disajikan pada acara tersebut.

kemudian dengan desain panggung yang unik dengan digantungkannya 4 tundun pisang di setiap soko (tiang) dengan balutan daun pisang dengan ornamen komplek yang khas dengan rumah-rumah Jawa dan diderai rangkain bunga melati muda. Acara tersebut juga dimeriahkan oleh Kubahireng Indonesia, yang dikomandoi oleh ust.Hilmi.

 Adapun serangkaian acara diawali dengan pembukaan, sambutan ketua pelaksana, sambutan Wakil Kepala Pondok oleh ust. Selamet Habib, lantunan shalawat oleh Kubahireng, lalu mauidhoh khasanah oleh KH. Abdul Kholik Tsani (Gus Aing).

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam mauidhohnya, beliau menyampaikan tentang keteladanan Hadroturrosul Muhammad SAW. kepada para hadirin baik dari elemen tamu undangan, mahasiswa, dan para santri lintas unit pendidikan.

Ada hal menarik, ketika MC acara mempersilahkan KH. Abdul Kholik Tsani untuk mauidhoh dan menempati kursi yang telah disediakan oleh tim panitia. Beliau mencontohkan nilai etika yakni  berupa  penolakan  untuk duduk di kursi karena dirasa kurang sopan, jika hanya beliau yang duduk di kursi dan membelakangi tamu undangan yang lain, sehingga beliau memilih duduk lesehan di hadapan para santri.

🤔  Santri Tebuireng Ingin Jadi Fotografer Presiden

“Saya izin duduk di bawah, karena saya rasa kurang sopan rasanya jika saya duduk di atas karena membelakangi gus Sulkhan dan ust. Habib,” tutur beliau.

Kemudian setelah itu sampailah pada penghujung acara yakni pembacaan doa yang dimunajatkan oleh KH. Fahmi Amrullah Hadzik dan Gus Sulkhan.

Setelah acara berakhir, maka acara tersebut diambil alih oleh tim Mahasiswa Komplek K untuk memandu berjalannya acara ramah tamah dengan menyajikan puluhan nasi tumpeng dan buah-buahan yang melimpah ruah.


Pewarta: Faisal Bagus Aji Apriliawan

Publisher: MSA