IMG_0537tebuireng.online– Dalam peringatan Isra’ Mi’raj yang dibarengkan dengan penutupan perlombaan Haflah Akhirussanah yang diadakan Organisasi Santri Pondok Putri Pesantren Tebuireng (OSPI) di Masjid Ulul Albab Tebuireng Kamis (05/05/2016), Gus Fahmi mengingatkan para santri tentang makna sebuah kejadian dibalik peristiwa Isra’ Mi’raj.

“Pada saat peristiwa Isra Mi’raj Nabi memilih “susu” ketika ditawari Malaikat Jibril minuman surga. Pilihan ini bukan tanpa makna, karena susu diibaratkan oleh Nabi adalah ajaran agama Islam yang bisa diamalkan kapan saja dan dimana saja,” ungkap Gus Fahmi sebagai pembicara.

Selain dapat diminum kapan saja, lanjut beliau, susu juga dapat diminum siapa saja dan memiliki identitas yang tidak dapat dihilangkan oleh yang lain.

“Begitupula dengan ajaran Islam yang bisa dilakukan oleh siapa saja, dan seorang muslim adalah manusia yang pandai menjaga identitasnya agar tidak luntur dengan pergaulan,” tukas Gus Fahmi.

Menurut beliau, Isra’ Mi’raj, mengingatkan manusia tentang pentingnya shalat yang merupakan ‘oleh-oleh’ dari Allah kepada Nabi SAW. dalam perjalanan yang menakjubkan itu. “Shalat juga menjadi ciri khas utama seorang muslim dan membedakan dengan ajaran agama lain,” pungkas cucu Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari tersebut. (Vevi/Abror)

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
SebelumnyaFakultas Ekonomi Unhasy Peduli Anak Yatim dengan Smart Camp  
BerikutnyaPeringati Isra’ Mi’raj Mahasantri Ma’had Aly Tebuireng Ber-“DISKO” Ria