Sumber foto: https://www.financialexpress.com/india-news/was-mahatma-gandhis-assassination-biggest-cover-up-in-history-case-reaches-supreme-court-know-what-it-said/884615/

Oleh: Anik Wulansari*

“Tidak ada yang lebih menghabiskan waktu daripada kekhawatiran, dan orang-orang yang mengaku percaya pada Tuhan patut malu apabila mereka khawatir mengenai sesuatu hal.”

Mohandas K. Gandhi

Mohandas Karamchad Gandhi atau yang akrab dengan panggilan Mahatma Gandi lahir pada 02 Oktober 1869 di negara Gujarat di India. Gandhi adalah sosok penting dalam gerakan kemerdekaan India. Ia merupakan aktivis yang tidak menyukai kekerasan dan mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai.

Mahatma berasal dari bahasa Sansekerta yang berasal dari maha (besar) dan atma (jiwa). Namun gelar mahatma seringkali disalahartikan dan membuat Gandhi tidak pernah menyukainya. Masa remaja Gandhi dihabiskan di negara Inggris untuk menuntut ilmu hukum. Setelah ia berhasil menjadi pengacara, Gandhi pun pergi ke Afrika Selatan dan mendapatkan diskriminasi ras atau yang disebut apharteid. Ia tergerak menjadi aktivis politik untuk mengubah hukum-hukum yang dianggapnya terlalu diskrimiatif.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Gandhi akhirnya menjadi pemimpin komunitas India di Afrika Selatan, berkat keteguhan hatinya untuk mengilangkan diskriminasi dan pengalamannya saat memperoleh ketidakadilan saat awal-awal menginjakkan kaki di sana. Di tahun 1896 ia berhasil menjadi seorang pengacara sukses di Afrika Selatan dengan penghasilan mencapai 5000 poundsterling dalam setahun.

Namun segala kenyamanannya itu ia tinggalkan dengan memilih untuk kembali ke India. Gandhi kembali ke India pada tahun 1915 dan membantu proses kemerdekaan India dari jajahan Inggris. Ia juga mendirikan sebuah komunitas religius atau yang disebut Ashram. Sejak saat itu Gandhi mengabdikan hidupnya untuk kemerdekaan dan kesatuan India. Ia merupakan sosok yang sederhana tetapi memiliki kharisma. Gandhi pun sangat berpihak kepada rakyat miskin dan tertindas, serta turut mengawal India hingga memperoleh kemerdekaannya.

Kala itu rakyat India terpecah menjadi beberapa kelompok suku dan agama. Banyak dari mereka yakin bahwa India perlu dipecah sesuai kelompok yang berbeda agar mereka dapat memiliki negara sendiri-sendiri. Kala itu agama Hindu dan Islam lah yang mendominasi. Namun Gandhi sangat menentang pemikiran tersebut dan tidak menyetujui jika India terpecah menjadi dua negara.

Hingga pada tahun 1947 Inggris membagi wilayah, India untuk kaum Hindu dan Pakistan untuk umat muslim. Hal tersebut tentu tidak disetujui oleh Gandhi, sebab ia yakin bahwa manusia dari segala agama memiliki hak yang sama dan dapat hidup bersama dengan damai dalam satu negara.

Sebagai wujud kekecewaan Gandhi atas terpecahnya umat Hindu dan Muslim di negaranya, ia melaksanakan mogok makan. Dokter pun mencemaskan kondisi Gandhi dan mengharuskannya untuk makan. Namun Gandhi tetap bersikeras untuk berpuasa hingga tujuh syarat perdamaian yang ia ajukan ditandatangani oleh pimpinan agama Islam dan Hindu.

Setelah melaksanakan puasa selama 121 jam 30 menit Gandhi akhirnya mengakhiri puasanya setalah kedua kelompok agama Islam dan Hindu menandatangani perjanjian damai yang diminta olehnya. Namun puasa yang dilakukan Gandhi tak dapat menghentikan konflik dua agama yang terjadi di India.

Kedua kelompok agama tersebut kembali bertikai. Penganut agama Hindu merasa Gandhi telah berkhianat dengan menyodorkan diri sebagai penengah. Ia dianggap terlalu membela umat muslim di sana, hingga pada 30 Januari 1948 Gandhi dihabisi oleh seorang penganut Hindu.

Kematian Gandhi membuat India terhenti. Negara yang baru terbentuk itu merenungkan hakikat persaudaraan yang mereka miliki. Kematian Gandhi merupakan bukti dari kegagalan rakyat India dalam mencapai perdamaian dan persatuan.

Gandhi pun mendapat julukan sebagai Bapak Bangsa India. Namun hingga akhir hayatnya cita-cita Gandhi tidak dapat terwujud, yakni mempersatukan keberagaman yang ada di India. Di India, suku, agama, dan ras belum bisa utuh dalam satu bingkai yang utuh. Hal tersebut terbukti setelah India mendapatkan kemerdekaan wilayahnya terpecah menjadi dua bagian. Wilayah India untuk umat Hindu dan Muslim memisahkan diri menjadi Pakistan.


*Disarikan dari berbagai sumber

SebelumnyaTragedi Cimindi, 65 Tahun Gugurnya Sang Pembaharu
BerikutnyaLSPT Luncurkan Program Warung Nabung Berkah