Tebuireng.online—Manuskrip merupakan warisan nenek moyang yang perlu dirawat dan dijaga. Sebab, manuskrip menjadi bukti warisan adat istiadat, sejarah suatu daerah, pemikiran masa lampau, termasuk berbagai bidang ilmu seperti fiqh, hadist, faraidl, pengobatan dan sebagainya.
Dalam rangka mendalami dan mengenal manuskrip Islam melalui kajian filologi, Mahasiswa PBSI FIP Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang mengidentifikasi manuskrip kuno peninggalan pesantren, Kamis (04/05/2017).
Ada 7 naskah yang diidentifikasi pagi itu, diantaranya tentang ilmu pengobatan (suwuk), fiqh, tauhid, dan lain sebagainya. Mahasiswa mengidentifikasi naskah mulai dari judul naskah, pias kiri-kanan, kondisi naskah, warna tinta, ukuran naskah, tebal naskah, jumlah halaman, dan lain sebagainya.
Agus Sulton, dosen mata kuliah Filologi FIP Universitas Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa naskah tersebut baru didapatkan di salah satu daerah di Kediri Jawa Timur. “Untuk informasi judul/nama naskah, pengarang sampai tahun penerbitan biasanya bisa dibaca di bagian kolofon. Akan tetapi tidak semua naskah memiliki kolofon, ada juga yang bagiannya sudah hilang,” ungkapnya.
Kodikolog asal Ngoro Jombang tersebut menyebut beberapa naskah yang diidentifikasi itu ditulis lebih dari 200 tahunan yang lalu. Hal itu bisa terlihat dari jenis kertas yang digunakan. Ada juga naskah yang berwatermark (bercap air) yang menunjukkan jenis kertas Eropa. Ada juga manuskrip yang ditulis di kertas daluang yang terbuat dari pohon saeh, atau dikenal juga dengan bahan lembaran kayu kulit pohon paper mulberry (Broussonetia papyryfera Vent). “Pembuatan kertas dari kulit pohon tersebut dilakukan dengan cara ditumbuk, diperas, trus dijajarkan lalu direkatkan dengan menggunakan peralatan yang sangat sederhana, biasanya kertasnya lebih ulet,” jelasnya.
Naskah yang diteliti ada yang masih dalam kondisi utuh, artinya dari bahan kertas sampai isi masih tertulis dan terjaga dengan baik. Akan tetapi, ada juga yang kondisinya sudah rusak termakan rayap, atau sudah merpel. Setiap manuskrip tersebut berbahasa arab disertai makna jenggotan dan teks islam keagamaan berbahasa pegon.


Pewarta : Robiah

Editor : Abror Rosyidin

Publisher : Masnun Muhammad

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
SebelumnyaPertama Kali Ikut UN, SMA Trensains Tebuireng Langsung Tembus Peringkat Ketiga se-Jombang
BerikutnyaTebuireng dan MPR Kaji Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari Tentang Keislaman dan Keindonesiaan