
Tebuireng.online— Mahasiswa KPI (Komunikasi dan Penyiaran Islam) Unhasy berlatih menjadi penyiar kreatif di era digital. Hal ini dilakukan saat adanya kunjungan dari pihak Radio Republik Indonesia (RRI) Kediri, yang menggelar kegiatan RRI Goes to Campus di Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Jombang dengan tema “Suara Muda untuk Indonesia: Membangun Narasi Positif di Era Digital”, Selasa (21/10/2025).
Acara yang berlangsung di Gedung A UNHASY ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Jasminto, jajaran dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta puluhan mahasiswa yang antusias mengikuti sesi workshop penyiaran digital.
Dalam kegiatan tersebut, RRI Kediri mengajak mahasiswa untuk memahami perubahan lanskap dunia siaran di era digital. Menurut Willy Anugerah Gemilang, Koordinator dan Penyiar RRI Kediri, dunia penyiaran kini telah bertransformasi secara besar-besaran.
“Kalau dulu hanya siaran lewat radio, sekarang RRI sudah memiliki banyak platform digital. Sebab, kalau hanya mengandalkan radio saja, kita akan tertinggal. Tidak semua orang di zaman sekarang memiliki radio,” ungkap Willy.
Baca Juga: Kerja Sama KPI Unhasy dan RRI Kediri Berlanjut, Kegiatan Magang Dimulai Hari Ini
Melalui presentasi yang dibawakan, Willy menjelaskan bahwa transformasi radio sebagai media utama penyiaran telah mendorong para penyiar untuk menjadi content creator audio-visual. Audiens kini tidak lagi pasif, tetapi ikut berinteraksi dan menjadi bagian dari ekosistem digital yang serba cepat dan kompetitif.
“Dulu penyiar hanya mengisi program request yang banyak diminati. Sekarang penyiar harus multitasking: mampu berkomunikasi dengan baik, menggali informasi untuk dialog, dan juga menulis artikel jurnalistik,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran penyiar sebagai komunikator publik yang menjadi ujung tombak dalam penyampaian berita.
“Penyiar adalah ujung tombak siaran. Baik atau buruknya output berita bergantung pada penyiar. Walaupun kesalahan terjadi di level reporter, ketika sudah disiarkan, penyiar tetap ikut bertanggung jawab,” tambahnya.
Pewarta: Ayu Amalia
Editor: Rara Zarary


















