Madura Berduka, Dua Kiai NU Kharismatik Meninggal Dunia

3822
sumber foto: grup whatsApp PC PMII Jombang

Tebuireng.online- Kabar duka datang dari Pulau Madura, pasalnya dua Kiai NU  kharismatik yang merupakan Rois Syuriah PCNU Sumenep KH. A. Basyir Abdullah Sajjad serta Rois Syuriah PCNU Pamekasan KH. Abdul Mannan Fadholi meninggal dunia, Sabtu (15/07/17).

Kabar wafatnya KH. A. Basyir Abdullah Sajjad yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep dan KH. Abdul Mannan Fadholi yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Qulub Polagan Pamekasan ini membanjiri media sosial seperti facebook, instagram, dan whatsApp yang turut mengucapkan doa dan belasungkawa.

Pengurus PCNU Pamekasan KH. Musleh Adnan juga turut mengabarkan tentang wafatnya kedua ulama NU tersebut. “Baru beberapa menit terdengar kabar KH. A. Basyir Abdullah Sajjad wafat sudah terdengar KH. Abd. Mannan Fadholi Rais Syuriah NU Pamekasan juga wafat hari ini,” tulis Wakil Ketua Lembaga Dakwah PCNU Pamekasan ini di laman facebooknya.

Lora Nobel, cucu dari KH. A. Basyir Abdullah Sajjad juga turut mengabarkan dalam laman facebooknya. Ia mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Ya Allah….. Sang Mbah tercinta H. Ahmad Basyir Abdullah Sajjad sudah meninggalkan kita semua. Semoga Beliau diterima amal baiknya dan diampuni dosa-dosanya. Sejak kecil hidup bersama Beliau, rasanya tidak mau pisah, tapi semuanya ini sudah takdir. Mohon kesalahan beliau baik sengaja maupun yang tidak sengaja dimaafkan,” tulisnya.

Juga seperti yang dilansir mediajatim.com, KH. Muhammad Mushthafa selaku keluarga besar Annuqayah menuturkan almarhum Kiai Basyir akan dikebumikan sekitar pukul 14.00 WIB. “Semula Kiai Basyir direncanakan bakal dikebumikan usai Ashar. Tapi ada perubahan rencana, yakni dimajukan ke pukul 14.00 WIB,” terangnya.

Sekadar diketahui, Kiai Mannan menghembuskan nafas terakhir di RSUD Pamekasan. Sedangkan Kiai Basyir wafat di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya setelah sebelumnya menjalani perawatan sejak Selasa (4/7) lalu.

Saat ini, ribuan alumni sudah memadati kompleks Pesantren Annuqayah dan Pesantren Miftahul Qulub Polagan untuk mendoakan dan mengantarkan jenazah untuk yang terakhir kalinya.


Pewarta : Rif’atuz Zuhro

Editor : Munawara MS

Publisher : Rara Zarary