Madrasah Mu’allimin Raih Predikat Mumtaz, Perkuat Posisi Pendidikan Pesantren Mu’adalah

63

Tebuireng.online- Madrasah Mu’allimin Hasyim Asy’ari (MMHA) Pesantren Tebuireng berhasil meraih predikat Mumtaz dari Majelis Masyayikh, sebuah capaian prestisius yang menegaskan mutu pendidikan pesantren Mu’adalah sesuai amanat Undang-Undang Pesantren. Predikat ini sekaligus menempatkan MMHA sebagai salah satu lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki standar tata kelola, kurikulum, dan tradisi keilmuan yang unggul di tingkat nasional.

Ustadz Shobirin, salah satu ustadz di MMHA, menjelaskan bahwa capaian Mumtaz memiliki makna strategis dalam peta pendidikan keagamaan di Indonesia. Menurutnya, predikat ini menunjukkan bahwa seluruh proses pendidikan dan capaian pembelajaran di Madrasah Mu’allimin telah berjalan selaras dengan regulasi negara tanpa meninggalkan karakter khas pesantren.

“Artinya, segala proses dan capaian yang ada di Mu’allimin sudah sesuai dengan amanat Undang-Undang Pesantren, khususnya pesantren Mu’adalah,” ujarnya.

Keberhasilan Mu’allimin meraih status Mumtaz tidak lepas dari kesesuaian antara data administratif dan realitas pelaksanaan pendidikan di lapangan. Hal ini menjadi faktor paling menentukan dalam proses penilaian.

“Kesesuaian data dan fakta di lapangan menjadi kunci utama,” jelas Ustadz Shobirin.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Proses asesmen yang dilakukan Majelis Masyayikh berlangsung cukup panjang dan melibatkan banyak pihak. Tahap awal dimulai dengan pengiriman data melalui aplikasi atau formulir daring, kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pimpinan madrasah, guru, bagian kepengasuhan, hingga alumni. Setelah itu, tim asesor melakukan pengecekan dokumen serta observasi langsung di lapangan.

Capaian predikat Mumtaz ini memberikan dampak signifikan terhadap penguatan kurikulum dan tradisi keilmuan di MMHA. Di satu sisi, ia mengokohkan sistem yang selama ini telah diterapkan, sementara di sisi lain menumbuhkan semangat seluruh stakeholder untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

“Capaian ini menguatkan kurikulum dan tradisi keilmuan yang sudah ada, sekaligus menumbuhkan semangat bersama untuk merealisasikannya secara lebih optimal,” tuturnya.

Untuk menjaga standar mutu Mumtaz agar tetap berkelanjutan, Madrasah Mu’allimin menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya dengan terus bersinergi bersama Dewan Masyayikh, mendokumentasikan data-data penting, serta melakukan evaluasi secara rutin dan berkala.

Pasca diraihnya predikat Mumtaz, Madrasah Mu’allimin  juga menyiapkan berbagai pengembangan program dan terobosan akademik. Dalam jangka pendek, madrasah telah membentuk tim khusus untuk menyusun Bank Soal. Sementara dalam jangka panjang, peningkatan ketercapaian materi pembelajaran sesuai silabus akan terus dioptimalkan. Di bidang kesiswaan, akan dilakukan pembinaan khusus bagi santri yang memiliki kemampuan lebih, dengan tetap menjaga dinamika kelas dan menghidupkan kembali tradisi musyawarah kelas pada malam hari.

Selain itu, pengembangan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian, termasuk optimalisasi fungsi ruang kelas serta penambahan asrama santri baru. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, sekaligus menumbuhkan kemandirian santri tanpa ketergantungan penuh pada pembina.

Ustadz Shobirin berpesan agar para santri tetap menjaga semangat belajar dan berupaya memenuhi target capaian yang telah ditetapkan madrasah. Ia juga berharap para alumni terus berkontribusi dalam kegiatan pembelajaran dan kepengasuhan, serta memberikan ide-ide segar yang relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Ke depan, Madrasah Mu’allimin diharapkan terus berkembang dan maju sesuai harapan umat, serta mampu mewujudkan cita-cita Hadratussyaikh dalam bidang pembelajaran dan pengamalan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.


Pewarta: Albi

Editor: Muh. Sutan