Oleh: Ahmad Aziz Masyhadi*

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menobatkan kota Madinah sebagai salah satu kota tersehat di dunia. Kota Madinah dengan 2 juta penduduk dinilai sebagai kota tersehat pertama kali di dunia, dengan melibatkan 22 badan pemerintah, komunitas, amal dan relawan untuk membantu menyukseskan program tersebut.

Pengakuan kota tersehat tersebut disampaikan oleh WHO setelah berkunjung langsung ke kota Madinah. Dalam kunjungan WHO di kota Madinah, salah satu kota suci bagi umat Islam di dunia telah memenuhi standar global untuk menjadi kota yang sehat.

Kriteria kota sehat menurut WHO dalam situsnya yakni kota yang terus menciptakan dan meningkatkan lingkungan fisik dan sosial, serta memperluas sumber daya komunitas untuk menjalan fungsi kehidupan dan berkembang secara maksimal.

Kriteria tersebut dinilai terpenuhi oleh kota suci Islam itu. Madinah juga disebut memenuhi tujuan yang ditetapkan Proyek Strategi Wilayah Madinah dan peluncuran program “Kota Manusiawi”.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Tentu untuk mendapatkan gelar salah satu kota tersehat tidaklah mudah, ada banyak indikator khusus yang perlu diperhatikan seperti kawasan pemukiman yaitu udara bersih, air sungai bersih, penyediaan air bersih untuk individu dan umum, pembuangan air limbah domestik, pengelolaan sampah, pertamanan dan hutan kota, sekolah, pengelolaan pasar, sarana olahraga, rekreasi, dan taman bermain anak-anak, penataan sektor informal seperti pedagang kaki lima dan industri rumah tangga.

Selain terkait pemukiman, indikator “Kota Sehat” juga meliputi kawasan tertib lalu lintas  dan pelayanan transportasi, kawasan pariwisata, kawasan industri dan perkantoran, kawasan pertambangan, ketahanan pangan dan gizi, serta kehidupan sosial yang sehat. Kota suci umat Islam Madinah memenuhi semua kriteria yang tersebut.

*Mahasiswa Pascasarjana UIN Surabaya.

SebelumnyaKeutamaan dan Pahala Mendahulukan Orang Lain
BerikutnyaIkapete Gresik Memperingati Harlah ke-95 NU di Bukit Surowiti