IMG_6041tebuireng.online– Rabu (01/06/2016), Badan Kerjasama Madrasah Aliyah Jombang mengadakan workshop (lokakarya) peningkatan mutu guru Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Jombang di Gedung KH. M. Yusuf Hasyim Tebuireng Jombang. Kegiatan ini dalam rangka peningkatan mutu IT (Ilmu Teknologi) dan database madrasah, ada dua sesi, yang pertama yakni  peningkatan tentang IT dan database madrasah. Setelah itu dilanjutkan sesi kedua yaitu penjelasan sistem pengajaran dan penilaian pada kurikulum 2013 (K-13) oleh Dr. Rumi dari  Universitas Negeri Malang (UM).

Penyelenggaran acara ini diprakarsai oleh Badan Kerjasama Madrasah Aliyah Jombang yang disingkat dengan BKM. Jumlah peserta yang terdaftar berjumlah 375 dari 73 madrasah. Para peserta tampak antusias. Mereka adalah guru MA di Jombang, baik yang sudah mendapat sertifikasi maupun yang belum. Mereka memiliki keinginan yang sama, meningkatkan mutu diri sebagai seorang guru. Sasaran k-13 tahun ajaran 2016-2017 adalah kelas 10 (setara kelas satu aliyah) dan untuk kelas 11- 12 (setara kelas dua aliyah-tiga aliyah) masih menggunakan KTSP. Dulu sempat menggunakan K-13, namun karena peraturan Menteri Pendidikan, akhirnya kembali lagi ke KTSP.

Workshop kali ini bertujuan untuk kembali ke K-13, karena dipandang lebih cocok dan berhubungan dengan ilmu agama.  Sementara itu, Departemen Agama menginstruksikan untuk yang kelas 11-12 mulai tahun ini, untuk pelajaran agama sudah menggunakan K-13, sedangkan pelajaran umum masih menggunakan KTSP.

“Semoga semua dari peserta workshop bisa memperoleh ilmu apa yang telah disampaikan pada hari ini untuk meningkatkan kualitas seorang guru sebagai tenaga pendidik penerus generasi bangsa. Karena perkembangan zaman dan IT, maka guru harus mengejar kekurangan-kekurangan tersebut, memajukan sistem penilaian dan sistem pendidikan. Untuk menanggulangi kenakalan anak sekarang, tidak mudah bagi guru menghadapi siswa, jika terlalu over, guru yang akan disalahkan. Jadi hal yang seperti ini harus dibicarakan bersama”, kata Muhammad Syukrin, salah satu peserta dari MA Balongrejo Sumobito. (Anita/MSP)

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
SebelumnyaKH. Turaichan Adjhuri, Ilmuwan Falak Asli Kudus  
Berikutnya10 Nasihat Mbah Hasyim untuk Pencari Ilmu (Bagian 2)