
Tebuireng.online- Pesantren Sains Tebuireng menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dengan penuh kemeriahan di Masjid Salahuddin Al-Ayyubi, Kamis (05/02/2026). Acara yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan pondok, kepala sekolah, pembina, serta ribuan santri yang memadati area masjid.
Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian Festival Rajabiyyah yang telah digelar sebelumnya. Suasana malam peringatan semakin semarak dengan iringan selawat banjari yang dibawakan oleh grup hadrah santri.
Dalam sambutannya, Kepala Pondok, Ustadz Arif, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas suksesi acara ini. Ia mengingatkan para santri tentang pentingnya memperbanyak selawat, mengingat waktu pelaksanaan acara yang juga berdekatan dengan bulan Sya’ban.
“Syekh Abdul Qadir al-Jailani menyebutkan bahwa bulan Sya‘ban adalah bulan untuk memperbanyak selawat, karena pada bulan inilah Allah menurunkan ayat perintah berselawat kepada Nabi,” ujar Ustadz Arif.
Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemenang lomba yang telah berkompetisi selama bulan Rajab. Menurutnya, berbagai perlombaan tersebut merupakan upaya pesantren untuk menghidupkan kembali tradisi lama Tebuireng dalam balutan kompetisi yang modern dan unggul.
Mudir III Pesantren Tebuireng, KH Lukman Hakim, B.A., dalam sambutannya menekankan esensi dari peristiwa Isra Mikraj, yakni perintah salat lima waktu. Ia berpesan agar santri Tebuireng tidak hanya unggul dalam bidang sains, tetapi juga istiqamah dalam ibadah dan menjaga sifat amanah.
“Rasulullah SAW adalah teladan utama dalam hal amanah. Insyaallah, jika santri Tebuireng istiqamah dalam salat dan menjaga amanah, maka ilmu yang diperoleh akan penuh keberkahan,” tegas KH Lukman Hakim. Beliau juga mengingatkan para santri untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan dengan meningkatkan amal kebaikan.
Acara inti diisi dengan mau’izhah hasanah oleh Gus Muhammad Hasyim, M.A. Dalam tausiyahnya yang penuh hikmah, beliau membedah perjalanan spiritual Rasulullah SAW serta maknanya bagi kehidupan santri di era kontemporer. Beliau mengajak santri untuk merenungi keagungan kekuasaan Allah yang melampaui logika manusia, namun tetap bisa dipelajari melalui pendekatan sains dan iman.
Kegiatan berakhir pada pukul 20.45 WIB dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Hasyim. Seluruh jemaah mengikuti prosesi doa dengan penuh kekhusyukan, mengharap keberkahan ilmu dan keselamatan lahir batin.
Pewarta: Aulia Rachmatul Umma
Editor: Sutan


















