AKSItebuireng.online– Kesehariannya mengaji dan belajar menjadi da’i di Pesantren Tebuireng, Lalu Ahmad Yani yang merupakan salah satu santri Tebuireng mampu mengaharumkan nama baik pesantren. Kemampuan dalam berceramah yang ia kembangkan bersama organisasi Kumpulan Da’i Tebuireng atau yang akrab disingkat Kudaireng, merupakan bekal yang ia bawa hingga sekarang. Lalu sukses menjadi peserta perlombaan Akademi Sahur Indosiar (AKSI), sebuah ajang pencarian bakat da’i tingkat nasional yang disiarkan dan diadakan oleh televisi swasta tersebut.

Sebelumnya, santri asal Lombok ini sudah pernah menyabet gelar jaura III nasional dalam perlombaan khitabah di UIN Sunan Ampel Surabaya. Beberapa gelar juara perlombaan sejenis juga pernah ia sabet beberapa kali. Kalau tingkat Tebuireng, sudah masyhur di kalangan santri, ia adalah rajanya panggung ceramah.

Bermula dari motivasi seorang ustadz yang mengatakan, “Semuanya itu butuh pembelajaran awal untuk berjuang di masyarakat nanti,” ia bangkit dan terus belajar. Hal tersebut yang memacunya untuk terus berusaha sehingga sekarang ia menjadi salah satu peserta AKSI. Untuk sampai di perlombaan ini, pada mulanya ia mengaku memang agak sulit, tetapi lama-kelaman menjadi terbiasa. Terkadang ia dapat berlatih seharian, bahkan sampai jam 1-2 malam. Untuk pesiapan lomba biasanya ia latihan setiap hari selama dua minggu.

Dengan mengikuti AKSI ia berharap mampu menggugah semangat masyarakat, terutama para pemuda, berjuang untuk negeri melalui dakwah agama. Menurutnya, moral pemuda di negeri ini, sudah mengalami degradasi akut, sehingga perlu kiranya ada banyak pemuda lain yang mengajak kepada kebaikan.

Dia memiliki tips tersendiri dalam berpidato. Pertama, dalam menyampaikan pidato harus dengan retorika yang pas dan enak didengar. Kedua, dalam berpidato hendaknya menyampaikan dengan intonasi yang baik, sopan, dan ramah. Ketiga dan yang terpenting yaitu mengeraskan suara ketika para audince mulai terlihat malas (misalnya mengantuk, capai, atau jenuh).

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Lalu Ahmad Yani mulai terjun di dunia da’i sejak menduduki kelas 2 tingkat SD. Sering pula ia mengikuti lomba pidato baik di sekolah maupun kecamatan. Selain kata-kata bijak di atas banyak sosok yang mengispirasinya seperti guru-guru di Tebuireng, pembina Kudaireng, sebut saja nama Ust Ali Mustofa, Ustadz Dayan, dan Ustadz Kholip, dan tak lupa, teman-temanya juga memberika semangat kepadanya.

Lalu Ahmad Yani yang sekarang masih duduk di kelas II Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Pesantren Tebuireng, oleh pihak sekolah dan pondok, diizinkan dan didukung secara penuh untuk mengikuti perlombaan AKSI ini. Sebab dalam bulan puasa, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak terlalu aktif.

Ketika ditanya soal target, ia mengaku tidak ada target tertentu untuk mengalahkan peserta lainnya. Baginya dalam perlombaan ini, ia hanya berharapan semoga diberikan yang terbaik oleh Allah.  Lagi pula, menurutnya, apalah arti sebuah juara, dibandingkan dengan manfaat dakwah yang dapat ia dan peserta lainnya berikan dalam ajang AKSI atau ketika sudah selesai berlomba nanti.

Dalam kalimat-kalimat ceramahnya nanti, ia ingin mengajak umat Islam agar tidak lepas dari syari’at Islam, agar terciptanya suatu kehidupan yang makmur. Tak muluk-muluk, ia hanya berharap Allah memberikan yang terbaik dari yang paling baik. Kalah dan menang baginya, adalah rumus paling buncit. “Semoga tidak mempengaruhi semangat juang saya di dunia dakwah. Tetep semangat terjun di dunia dakwah terutama di Kudaireng,” ujarnya saat diwawancara.

Menjadi penda’i, memang cita-citanya sejak kecil. Keinginan menjadi  kiai yang jago berceramah, raja podium, kiai yang tidak mengharapakan ‘amplop’, kiai yang mempunyai usaha, sehingga tak mengharapkan materi dari orang lain. Ia tak memaksa orang mendukungnya dengan buta, tapi melihat dulu bagaimana ia menyampaikan ceramah, kualtas pidatonya, dan tingkah lakunya ketika berada di atas panggung.

Lalu Ahmad Yani sekarang sudah berada di Jakarta sejak tanggal 07 Juni lalu untuk berjuang membawa nama harum Pesantren Tebuireng di kancah dunia da’i dalam ajang Akademi Sahur Indosiar (AKSI). Dia akan mulai aksi perdananya pada Selasa (14/06/2016) depan. Mari kita dukung! (Vevi/Nazha)

SebelumnyaNyai Solichah Wahid: Tokoh di Balik Kesuksesan Gus Dur dan Gus Sholah (Bagian 2)
BerikutnyaMenimba Ilmu dan Mengais Berkah di Bulan Ramadhan dengan “Ngaji Kilatan”