Kompetisi Robotika, Uji Ketangkasan dan Ketelitian Anak

Tebuireng.online- Kesamben- Sabtu (15/02/2020), guna memberi ilmu pengetahuan bidang elektronika sejak dini, empat cabang lomba robotika diselenggarakan di Sekolah Dasar Islam (SDI) Tebuireng Ir. Sudigno atas kendali RoboPlus.

Sistem operasi robot disebut salah satu peserta, “Iya, dari komputer dipasang ke robotnya,” kata Kevin peserta asal Pacet. Rata-rata mereka juga telah sering mengikuti kompetisi robotika sebelumnya. Seperti pengakuan Kevin (13), “Sudah pernah dua kali,” imbuhnya lagi.

Para guru yang pendamping juga sangat apresiatif kepada anak didiknya, buktinya M. Subhan salah seorang pendamping berkata, “Oh, sering (ikut). Ada beberapa yang sampai tingkat nasional. Kalo yang di SDI (Tebuireng) ini pengaderan bagi siswa didik baru saja”.

Cabang lomba pertama, Soccer, jenis lomba ini dimainkan  oleh dua pasang pemain. Tiap kelompok akan difasilitasi dua buah robot dan remote control (RC). Mereka akan saling memperebutkan bola dengan memainkan robotnya. Untuk dimasukkan ke gawang lawan. Ketangkasan dan kerja sama tim sangat dikedepankan. Sekelas remaja mungkin sama sekali tidak kesulitan memainkan permainan tersebut. Namun berbeda dengan anak SD yang belum mampu mengontrol emosinya.

Kedua, Recycle Mission, permainan ini dimainkan oleh tiga tim yang masing-masing terdiri dari dua anak. Dengan batas waktu tiga menit, mereka dituntut untuk cepat memilah replika sampah organik, anorganik dan beracun menggunakan robot (RC). Permainan tersebut sangat sesuai dengan tema yang diusung, yakni Robot Penyelamat Bumi.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ketiga, Brick Speed, di sini anak-anak diuji kecepatannya dalam menyusun lego robot. Peserta terdiri dari tiga anak dalam satu tim. Mereka akan diberi waktu dua menit untuk menyusun lego sesuai tuntutan dewan juri. Kebanyakan dari mereka adalah siswa yang masih di bawah kelas dua SD.

🤔  PAC IPNU-IPPNU Mojowarno Barometer Administrasi IPNU-IPPNU se-Jombang

Dari sekian lomba, lomba keempat merupakan yang paling membutuhkan ketelitian yakni, Maze Solving. Tiap tim adalah dua siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama. Mereka diberikan waktu untuk memprogram melalui komputer. Lalu dipasangkan ke robot agar robot bergerak sesuai arah.


Pewarta: Yuniar Indra