Kirab Koin NU, Sarana Berinfak Santri

Santriwati Pondok Putri Pesantren Tebuireng antusias untuk berinfak di Kirab KOIN NU yang diadakan oleh NU Care LAZISNU Jombang (19/5).

Tebuireng.online- Kegiatan Kirab Kotak Infaq (KOIN) Nahdlatul Ulama hadir di Pondok Putri Pesantren Tebuireng (19/5). Acara tahun kedua yang diinisiasi oleh pengurus pusat NU Care LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama) mandiri di masing-masing wilayah (Jombang). Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, dimulai tanggal 17-21 Mei 2019, dengan mengunjungi madarasah-madrasah, pesantren, sekolah dan komunitas-komunitas Nahdlatul Ulama.

Untuk pesantren Tebuireng merupakan kunjungan pesantren yang kesembilan. Tampak santri pondok Putri Tebuireng antusias untuk berinfaq dalam Kirab Koin NU ini, KH. Fahmi Arullah Hadziq pengasuh pondok putri Tebuireng secara langsung juga ikut memberi instruksi santri untuk berinfak.

“Ada enam armada atau enam kotak infaq yang besar ukuran dua meter yang kemudian dikelilingkan ke seluruh tempat yang ada di wilayah Jombang, khususnya di Majlis Wakil Cabang (MWC) NU ditingkat kecamatan,” terang Zainuddin Ketua PC LAZISNU Jombang.

Tujuan dari Kirab Koin NU ini sebagai sarana bersilaturahim, meng-up grade kembali semangat sebagai wasilah untuk berkhidmad di NU sehingga ada trust antara struktural dengan warga NU di kultural.

Kirab Koin ini sangat membantu masyarakat, manfaatnya akan dikembalikan kepada warga nahdliyin. “Hasil dari kirap koin ini dananya akan kami kembalikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Zainuddin juga mengungkapkan bahwa agenda NU Care LAZISNU Cabang Jombang untuk bulan Ramadan ini cukup padat, diantaranya; melakukan santunan seribu anak yatim, membantu takmir mushola dalam perbaikan, memberikan santunan para penjaga jalan yang ada di perempatan atau pertigaan, berkunjung ke beberapa santri lansia dan panti jompo.

“Semoga sinergi antara kami di PC LAZISNU dengan para pengasuh pesantren semakin dieratkan bukan sekedar donasi akan tetapi dalam program-program, karena bagaimanapun basis pertahanan Nahdlatul Ulama adalah pesantren,” harapnya.

🤔  Kepada Santri Baru, Gus Pur: SMA Trensains Kembalikan Keutuhan Makna Ulama

Pewarta: Anis

Publisher: MSA

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online