Rois Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr. KH. Ma’ruf Amin, dalam acara Al Haflatul Kubro dan hari ulang tahun Madrasah ke-102, pondok pesantren ke-192 serta Haul Masyayikh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Ahad (23/7/2017)

Tebuireng.online- Berkesempatan hadir di acara Al Haflatul Kubro dan hari ulang tahun Madrasah ke-102, pondok pesantren ke-192 serta Haul Masyayikh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Ahad (23/7/2017), Rois Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr. KH. Ma’ruf Amin mengungkapkan banyak hal mengenai agama dan negara.

Kiai Ma’ruf yang juga Ketua MUI ini mengatakan bahwa pesantren merupakan tempat untuk membentuk anak bangsa menjadi orang yang stabil akan kehidupan dunia dan akhiratnya, dan merupakan kewajiban bersama untuk mendukung terus melakukan regenarasi ulama dari masa ke masa.

“Pesantren ini menyiapkan orang-orang yang paham agama, ulama, dan tokoh-tokoh perubahan, karena para ulama dari masa ke masa diambil oleh Allah SWT,” tegas Kiai yang juga merupakan keturunan dari Imam Masjidil Haram, Syaikh Nawawi Al Bantani ini.

“Allah tidak mengambil ilmu dari seseorang, tapi Allah mengambil ilmu dari ulamanya. Kalau saja tidak ada gantinya, kalau tidak tersisa orang alim, orang akan mengangkat pemimpin yang bodoh yang memberikan fatwa tanpa ilmu, itulah sesat menyesatkan,” imbuhnya.

Kiai Ma’ruf juga mengingatkan tentang tugas dan kewajiban ulama saat ini tidak hanya sekadar mengembangkan dunia pesantren namun juga turut menyelesaikan masalah negara. “Ulama, selain mengembangkan pesantren,  juga melakukan upaya keumatan, kebangsaan, dan kenegaraan,” jelasnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Menurutnya, sebagai muslim saat ini harus mengambil peran dalam menjaga agama dan negara, bukan hanya sekadar mengikuti arus zaman. “Mengambil peran untuk menjaga agama, dari orang yang mau merusak agama, melecehkan agama, supaya tidak terjadi konflik. Alhamdulillah negara kita ini mempunyai pasal penodaan agama. Bukan undang-undang yang kriminalisasi, kalau kena berarti orangnya yang kriminal,” pesannya kepada seluruh umat Islam untuk tetap menjaga kedamaian dan kesetabilan negara.


Pewarta : Rif’atuz Zuhro

Editor : Munawara MS

Publisher : Rara Zarary

SebelumnyaPesantren Bahrul Ulum Tambakberas Gelar Haul Masyayikh dan Harlah Pesantren
BerikutnyaMbah Maimun Ceritakan Hubungan Nahdlatul Ulama dan Nahdlatul Wathan