Tebuireng.online– Kiriman doa dan tahlil bersama untuk Almarhum KH Miftahurrohim Syarkun secara virtual terus diselenggarakan oleh berbagai Ormas dan instansi terutama dari kalangan Nahdliyin.

Setelah Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng, selanjutnya PCINU Malaysia bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq, dua hari ini (12-13/07) berturut-turut Universitas Hasyim Asy’ari dan Fakultas Agama Islam Unhasy juga menyelenggarakan.

Tahlil dihadiri oleh pimpinan, dosen, karyawan, mahasiswa dan beberapa kerabat juga kolega dari almarhum dari Batam dan Malaysia. Diawali pembacaan Yasin khidmat dipimpin oleh pengasuh PP Darul Falah Cukir, KH Syamsuddin Aly bersama ratusan santri, dilanjutkan tahlil dan doa.

Almarhum yang sebelumnya diamanahi menjadi Wakil Rektor III Unhasy meninggalkan kesan yang mendalam baik untuk keluarga maupun koleganya.

“Sebelum wafat berdiskusi dengan saya tentang banyak hal termasuk Unhasy. Beliau punya obsesi Unhasy menjadi perguruan tinggi yang naik kelas. Karena Unhasy adalah perguruan tinggi yang lahir dari pesantren dan membawa nama besar KH Hasyim Asy’ari,” tutur Mukhlas Syarkun, adik almarhum.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Almarhum semasa hidup memang kerap menjalin berbagai kerja sama dengan kampus-kampus lain untuk Unhasy. Baik dari dalam maupun dari luar negeri seperti dari negeri Jiran, Malaysia.

Almarhum, masih dalam penuturan Mukhlas, juga memiliki kebiasaan unik yang membuatnya memiliki banyak kenalan yang seperti keluarga sendiri di mana-mana.

Kebiasaan itu, ungkap Mukhlas, adalah tradisi menjodoh-jodohkan.

“Almarhum memang seringkali menjodoh-jodohkan orang. Banyak mahasiswa di Malaysia dicarikan jodoh hingga berkeluarga. Makanya kenalan almarhum banyak, bahkan seperti keluarga,” tuturnya.

Seperti yang diinformasikan, KH Miftahurrohim Syarkun telah wafat pada Sabtu (10/07) lalu. Dan banyak yang ditinggalkannya.

Selain kiprahnya sebagai wakil rektor III Unhasy, almarhum juga menjadi salah satu penggagas berdirinya Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCINU) dan mendirikan cabang NU di berbagai belahan dunia.

Pewarta: Robiah

SebelumnyaMasih Terkenang! Kepergian KH. Mif Rohim Tinggalkan 2 Hal Penting Ini
BerikutnyaDzikir dan Doa untuk Keselamatan Bangsa dari Wabah