Kepala Perwakilan Konsulat Jendral Australia di Surabaya (Konjen Australia di Surabaya), Fiona Hoggart silaturahmi ke Pesantren Tebuireng, Senin (28/3).

Tebuireng.online—Kepala Perwakilan Konsulat Jendral Australia di Surabaya (Konjen Australia di Surabaya), Fiona Hoggart, melakukan kunjungan ke Pesantren Tebuireng, Senin (28/03). Dalam kunjungan tersebut Ia mendapat banyak cerita tentang Pesantren Tebuireng, Nahdlatul Ulama dan Gus Dur.

“Gus Dur itu pernah berkata, jika menyebarkan agama Islam itu harus ada prosesnya.  Seperti Tebu yang harus diproses dulu menjadi gula, baru diberikan ke masyarakat. Jangan malah diberi tebunya,” ungkap Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz, menjamu rombongan Konjen Australia di Ndalem Kasepuhan Tebuireng.

Menurut Gus Kikin, maksud dari perumpamaan tanaman Tebu tadi adalah semua ajaran Islam itu harus disederhanakan dulu baru diberikan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tidak alot dalam mengonsumsi ajaran agama Islam.

Mendengar hal tersebut, Kepala Pewakilan Konjen Australia Surabaya itu, memberikan respon yang sangat antusias dan khidmat dalam mendengarkan cerita yang diuraikan.

“Hari ini saya benar benar mendapatkan some beautiful teaching and interesting learning dari Gus Kikin saat berada di Tebureng ini,” respons Fiona Hoggart kepada tim tebuireng online.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Fionna menegaskan bahwa Pesantren Tebuireng dan ciri khas Islam yang Nahdlatul Ulama itu sangat dikagumi di luar negeri, khususnya Australia. Karena baginya, Nahdlatu Ulama, mengajarkan Islam yang penuh toleran dan sangat mendorong pluralisme.

“Karena itu saya sangat tertarik dengan Pesantren Tebuireng, terima kasih. Di sini juga santri-santrinya baik dan rajin belajar,” sanjung perempuan yang juga menjadi pejabat di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) ini.

Pewarta: Soni Fadjar A

SebelumnyaIni Sosok 5 Crazy Rich Muslim Zaman Rasulullah
BerikutnyaPelepasan Sabuk Biru, Ini Pesan Penting untuk Anggota NH