Keindahan Memperpanjang Bacaan Al Quran dalam Salat

Sumber gambar: https://suaramuslim.net

Oleh: Silmi Adawiyah*

Membaca Al-Quran dalam salat adalah salah satu rukun salat, yaitu wajib membaca surat Al-Fatihah dalam tiap rakaat. Namun betapa indahnya jika kita membaca Al Quran lebih dari sekedar itu, misalnya bisa satu juz dalam tiap rakaat bagi yang mampu. Yang seperti itu adalah keadaan yang utama dan paling utama yang disebutkan Imam Al-Ghazali dalam kitab “Ihya Ulumuddin”.

Sebagaimana Allah memuji seluruhnya, namun mendahulukan yang mengingatNya dalam keadaan berdiri, kemudian dalam keadaan duduk, dan berbaring. Dalam QS Ali Imran ayat 191 disebutkan:


اَلَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ قِيَامًا وَقُعُوْدًا وَعَلَى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ 

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Memperpanjang bacaan Al Quran dalam salat memang cukup berat bagi yang belum terbiasa. Namun bagi yang bisa menikmati indahnya bacaan ayat demi ayat, maka kondisi membaca Al Quran dalam salat adalah kondisi paling romantis. Layaknya kita sedang berduaan dengan sang kekasih dan tidak ada satupun yang bisa mengganggu. Kondisi seperti inilah yang dinyatakan lebih baik dari ibadah lainnya.  dari Dari Aisyah Rhadiallahu ‘anha, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :


قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ فى الصَّلاَةِ اَفْضَلُ مِنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ فىِ غَيْرِ الصَّلاَةِ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ فى غَيْرِ الصَّلاَةِ اَفْضَلُ مِنْ التَّسْبِيْحِ وَالتَّكْبِيْرِ التَّسْبِيْحُ اَفْضَلُ مِنَ الصَّدَقَةِ الصَّدَقَةُ اَفْضَلُ مِنَ الصَّوْمِ الصَّوْمُ مِنَ النَّارِ

“Membaca Al-Quran di dalam shalat lebih utama dari pada di luar shalat, membaca al-Quran diluar shalat lebih utama daripada tasbih dan takbir, tasbih lebih utama daripada sedekah, sedekah lebih utama daripada puasa, dan puasa adalah penghalang dari api neraka.(HR. Baihaqi)

🤔  Hak Asasi Manusia: Diskursus Agama dan Demokrasi

Membaca Al Quran di luar salat itu lebih baik dari membaca tasbih, takbir, sedekah, dan puasa. Namun membaca Al Quran dalam salat itu lebih dari sekedar itu keutamaannya. Oleh karena itu dalam kitab Nashaih Ad-Diniyah, Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata:


مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَهُوَ قَائِمٌ فِى الصَّلَاةِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ حَرْفٍ مِائَةَ حَسَنَةٍ وَمَنْ قَرَأَهُ وَهُوَ قَاعِدٌ فِى الصَّلَاةِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ حَرْفٍ خَمْسُوْنَ حَسَنَةٍ وَمَنْ قَرَأَهُ خَارِجُ الصَّلَاةِ وَهُوَ عَلَى طَهَارَةٍ كَانَ لَهُ بِكُلِّ حَرْفٍ خَمْسُ وَعِشْرُوْنَ حَسَنَةً وَمَنْ قَرَأَهُ وَهُوَ عَلَى غَيْرِ طَهَارَةٍ كَانَ لَهُ بِكُل حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ

Barangsiapa membaca Al Quran di dalam shalat dengan berdiri, maka ia akan mendapatkan 100 kebaikan dalam setiap hurufnya. Barangsiapa membaca Al Quran di dalam shalat dengan duduk, maka ia akan mendapatkan 50 kebaikan dalam setiap hurufnya. Barangsiapa yang membaca Al Quran di luar shalat dalam keadaan suci (berwudhu), maka ia akan mendapatkan 25 kebaikan dalam setiap hurufnya. Barangsiapa membaca Al Quran di luar shalat dalam keadaan tidak suci, maka ia akan mendapatkan 10 kebaikan dalam setiap hurufnya.”

*Penulis sedang menempuh pendidikan tingi di Pascasarjana UIN Jakarta.