Kalau Jodoh Pasti (kembali) Didekatkan

Dokumentasi masa kecil (mantenan saat karnaval) kini menjadi pasangan saat dewasa. (Foto: Surya & Ica)

Bicara soal jodoh tentu seringkali menjadi topik menarik bagi kalangan orang dewasa bahkan remaja. Jodoh merupakan salah satu ketetapan yang telah Allah sediakan untuk makhluk-Nya, masing-masing orang tentu mempunyai kisah dan cara yang berbeda-beda dalam menyikapi hal tersebut. Berikut salah satu kisah menarik dari ustdzah Aisyah Herlina yang akrab disapa Us Ica (Pembina Pondok Putri Pesantren Tebuireng).

Jodoh memang misteri, siapa sangka bahwa seseorang yang telah menyunting us Ica itu adalah teman TK yang pernah menjadi pasangan karnavalnya saat 17 Agustusan. Sejak lulus TK, mereka belum pernah bertemu sama sekali meskipun tinggal di kecamatan yang sama. Mereka berdua sama-sama menempuh kuliah di Surabaya, Us Ica di UNAIR dan calonnya (Mas Surya) di Universitas Muhammadiyah.

Tiga hari setelah pertemuan pertama di bulan November, Mas Surya menemui Us Ica dan menyatakan bahwa ia ingin serius. Orang tua keduanya pun saling menyetujui. Belum genap dua bulan sejak bertemu, di awal bulan Januari tahun ini mereka berdua bertunangan.

“Saya sama saja seperti kebanyakan wanita lain, barangkali memimpikan bertemu dengan seseorang yang dicintai dengan cara yang indah”, ungkapnya.

Every girl dreams of her own prince charming hampir setiap wanita memimpikan sosok pangerannya sendiri dihidupnya. Mau yang ganteng, kaya, saleh dan sebagainya, itu wajar. Tetapi pada akhirnya kita dihadapkan pada realita. Jika terus menunggu dengan mematok kriteria tertentu bisa jadi tidak akan bertemu orang yang demikian. Sebab nantinya ketika sudah suka, kriteria tidak lagi berlaku.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Setelah lulus kuliah saya mulai berpikir, hidup di tempat sederhana dengan lelaki biasa yang bijaksana dan pandai bersetia sudah cukup bagi saya. Dan bahwasanya cerita saya akhirnya sedikit dramatis seperti drama, film, dll, yang kebanyakan orang bilang. Saya pikir ini hanya bonus dari Allah, kehidupan aslinya adalah nanti setelah menikah,” terangnya.

Selain itu, Us Ica berbagi tips terkait jodoh sebagai berikut:

1. Selalu minta pendapat dan musyawarah dengan orang tua tentang jodoh. Jika memang serius dan yakin, mintalah ia datang langsung ke rumah menemui orang tua.

2. Biasakan minta nasihat dari orang-orang yang kita percaya, khususnya guru/kiai. Sesekali sowan, minta didoakan, InsyaAllah doa-doa baik dari orang yang tulus akan selalu sampai.

3. Ketika sudah di usia pantas menikah dan jodoh belum kunjung datang, perbanyaklah muhasabah. Barangkali standar kita terlalu tinggi, barangkali sudah ada yang datang tapi kita selalu menolak padahal belum sempat diistikharahi dengan benar. Barangkali juga jodoh kita adalah yang kita lewati atau mereka yang ada disekitar kita.

4. Semakin dewasa lebih fokus menilai orang pada attitude, akhlak, bukan penampilan semata.

Tips diatas semata-mata dari pengalaman pribadi Us Ica, bukan bermaksud menggurui siapapun.

Dengan rendah hati, Us Ica mengaku takut menjadi topik pada kesempatan ini. Beliau takut merasa menjadi yang paling benar, paling keren dan paling tahu, padahal nyatanya masih banyak yang harus dibenahi. Harapannya semoga sedikit kisah ini bermanfaat untuk teman-teman pembaca khususnya yang masih sendiri, tidak perlu galau berlarut-larut masalah jodoh. Jodoh bukan perkara siapa cepat dia dapat, akan tetapi siapa tepat dia akad. InsyaAllah.

“Untuk kami, saya berharap apa yang akan kami berdua jalani nanti dilancarkan, dimudahkan, dan diberkahi,” harapnya.

Pewarta: Rafiqatul Anisah

Publisher: RZ

🤔  Aku; Puisi dalam Misteri