Sekretaris Utama Pesantren Tebuireng Ir. H. Abdul Ghofar membuka Diklat Kader Santri Husada pada Senin (25/09/2017). (Foto: Raihan Bagas M)

Tebuireng.Online— Santri memang dituntut untuk perduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama lingkungan pondok tempat mereka tinggal. Demi meningkatkan kesadaran kebersihan santri, pada Senin-Selasa (25-26/09/2017) dan Kamis (28/09/2017), Puskestren (Pusat Kesehatan Pesantren) Tebuireng bekerjasama dengan UK2LP (Unit Kebersihan & Kesehatan Pesantren) Tebuireng mengadakan Pelatihan Kader Santri Husada.

Acara tersebut resmi dibuka oleh Ir. H. Abdul Ghofar di Aula Bachir Achmad Gedung KH. M. Yusuf Hasyim Lt.3. Secara simbolis, Sekretaris Utama Pesantren Tebuireng tersebut menyematkan kartu identitas peserta kepada ketua Santri Husada putra dan putri.

Sebelum acara pembukaan, dr. Nur Lailatur Riza memberikan penyuluhan tentang Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) seraya menunggu kehadiran para pimpinan Pesantren Tebuireng. Menurut beliau, acara pelatihan ini diadakan dalam rangka mengkader para pelaksana kegiatan Poskestren yang telah dicanangkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan.

“Kalian nantinya akan membantu dalam melaksanakan program Puskestren,” Pungkas dokter poli umum di Puskestren Tebuireng tersebut seraya menjelaskan fungsi dari adanya Santri Husada.

Mudir Pengembangan Aset, H. Baidhowi Yusuf, dalam sambutanya menjelaskan tentang peran Santri Husada khususnya yang ada di Pesantren Tebuireng. “Kalo gerak jalan, hanya dapat pengalaman. Tapi kalau kalian, dapat pengalaman juga dapet ilmu,” jelas beliau sembari mengingatkan momen perayaan 17  Agustus beberapa waktu lalu.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Mudir bidang Pondok, H. Lukman Hakim, B.A., juga turut menyampaikan sambutan. Beliau menyampaikan motivasi kepada para anggota agar semangat mengikuti Santri Husada. Menurut beliau, Santri Husada adalah pilihan yang tak semua santri bisa mengikuti. “Tidak semua santri bisa menjadi Santri Husada,” ungkap beliau.

Acara Pelatihan Kader Santri Husada ini berlangsung selama tiga hari. Hari pertama dan kedua, pelatihan dilaksanakan di Aula Bachir Achmad Gedung KH. M. Yusuf Hasyim. Berbeda dengan pelaksanaan hari ketiga dan keempat yang bertempat di Pesantren Tebuireng II atau SMA Trensains Tebuireng, Jombok, Ngoro, Jombang.

Hari pertama dan kedua, diisi dengan materi seputar kesehatan yang disajikan dalam bentuk visual, seperti materi yang disampaikan pada hari kedua yang berupa materi P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) ditampilkan melalui LCD-Proyektor.

Sementara itu, hari ketiga, akan diisi dengan outbond. Disediakan tujuh pos dan akan dilalui oleh tujuh kelompok. Adapun jumlah keseluruhan peserta pelatihan Kader Santri Husada yang dibagi tujuh kelompok tersebut berkisar 165 peserta.


Pewarta:            Ananda Prayogi

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaUsai Tunaikan Haji, Gus Sholah Sampaikan Pengarahan Kepada Para Santri
BerikutnyaPujasera Unhasy Diresmikan, Ketua KWU: Ini Kado untuk Gus Sholah