Kalau iman sudah kokoh, kita seharusnya berani menghadapi pertanyaan soal Tuhan semacam ini tanpa gentar dan tanpa perasaan marah.

Judul buku ini mengandung pertanyaan “skeptis” dan sering kali kita pertanyakan baik dalam keadaan sadar atau tidak. Hal itu menjadi wajar dan manusiawi. Tuhan tidak akan merah dengan datangnya pertanyaan-pertanyaan yang mendasar seperti judul di atas. 

Ada pun pertanyaan lain seperti “mengapa Tuhan menciptakan dunia ini dengan penuh cobaan dan penderita? tidak mungkinkah Tuhan menciptakan dunia yang sempurna,  nihil kekurangan?

Pertanyaan seperti ini dalam pemikiran ketuhanan disebut “teodisi”. Tak perlu ragu menghadapi pertanyaan seperti di atas. Sebagai orang yang beriman, harus berani menghadapi pertanyaan itu tanpa gentar. 

Salah satu sarjana Islam yang mencoba menjawab pertanyaan besar ini adalah Al Ghozali dalam kitabnya yang terkenal Ihya ‘Ulum al-Din secara khusus pada bab “al Tauhid wa al-Tawakkul” .

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Al Ghozali melontarkan sebuah pernyataan yang menjadi perdebatan panjang dikalangan ulama. Ungkapan tersebut “laisa fi-l-imkan abda’u mimma kan” (tak ada dunia yang lebih sempurna ketimbang dunia yang sudah ada sekarang.).

Hujjatan dari para ulama “jika dunia saat ini paling sempurna atau paling baik, artinya Tuhan “tidak mampu” menciptakan dunia yang lebih baik lagi. Tuhan tidak sempurna kekuasaannya.

Lebih jauh buku ini membahas secara mendalam tema yang berkaitan Tuhan dan sifat sifatnya. Dengan disisipi kutipan dari kitab Al Hikam, Ihya, dan lain lainnya. 

Buku ini tentu saya rekomendasikan untuk halayak kaum sarung, yang telah mendapatkan bekalan ilmu-ilmu dasar terkait tauhid itu sendiri dapat memperdalamnya dalam buku ini. 

Judul Buku: Jika Tuhan Maha Kuasa, Kenapa Manusia Menderita?
Penulis: Ulil Abshar Abdalla
Penerbit: buku mojok
Cetakan: ketiga, september 2020
Tebal: 186 halaman
Pengulat: Wahyu (siswa Sekolah Membaca Majalah Tebuireng)

SebelumnyaSeorang Penjahit Umrah tanpa Menabung, Apa Rahasianya?
BerikutnyaGenerasi Emas Tanpa Narkoba