Tebuireng.online- Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM FE) Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng menghadirkan cucu Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, yakni KH. Agus M. Zaki Hadzik pada acara ekonomi berzikir sekaligus pemberian ijazah istighotsah dalam rangka menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil di serambi kampus B, Kamis (12/12/19).

Ada tiga pembagian sesi; sesi pertama merupakan acara seremonial dengan sambutan oleh Gubernur BEM FE dan pendamping kemahasiswaan. Sesi kedua ialah tausiah agama dan sesi terakhir adalah sesi pembacaan istighotsah bersama sekaligus ijazah istigotsah Hadratussyaikh KH. M. Hasyim asy’ari

Imam Muhtadi selaku Gubernur BEM FE menyampaikan, tema yang diusung pada acara tersebut adalah “Alā bidzikrillah tathmainnul qulub” dengan maksud agar mahasiswa FE dapat tenang mengadapi UAS Ganjil mendatang.

“Sesuai dengan tema yang notabene adalah  potongan ayat al-Quran, maksud dan tujuan kami adalah semoga dengan mengikuti kegiatan ekonomi berzikir ini teman-teman mahasiswa dapat berdzikir kembali kepada Allah sehingga hati menjadi tenang. Dan semoga mendapatkan ilmu yang barakah sehingga dapat diberi kelancaran dalam mengerjakan ujian akhir semester ganjil hari Sabtu mendatang,” papar Imam.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Masuk sesi ceramah agama, disampaikan oleh KH. Agus M. Zaki Hadzik. Beliau mengungkapkan banyak hal terkait korelasi antara kekuatan ikhtiar dan doa, fadhilah keistikamahan membaca istighotsah, bagaimana menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi yang ideal serta mensupport kegiatan BEM FE yang akan datang.

“Saya baru tahu kalau di Unhasy ada kegiatan seperti ini, kegiatan ekonomi berzikir. Ini kegiatan yang baik, saya juga berharap semoga kedepannya BEM FE memiliki gebrakan-gebrakan kegiatan yang hebat, sepertihalnya menghadirkan Jack Ma. saya suka itu,” jelas Gus Zaki, pengasuh Pondok Putri Al Masruriyah ini.

Kemudian kegiatan acara tersebut diakhiri dengan pembacaan serta pemberian ijazah istighotsah KH. M. Hasyim Asy’ari yang dipimpin langsung oleh beliau.


Pewarta: Faisal

Publisher: MSA

SebelumnyaHadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari Utamakan Pendidikan Karakter
BerikutnyaMasih Pentingkah Berdebat Istilah Khilafah?