Oleh: Quratul Adawiyah*

Dalam kehidupan sudah hal biasa mengalami berbagai keputusasaan dalam hal kegagalan hingga kehilangan semangat hidup. Padahal, segala sesuatu yang terjadi tidak lepas dari rencana Sang Kuasa. Oleh karena itu, kita sebagai manusia tinggal menjalani saja dengan keikhlasan hati, usaha yang keras dan banyak berdo’a. Tentunya sangat penting pula semangat dari orang-orang sekitar kita, khususnya keluarga. Seperti kisah keluarga Pak Burhan.

Dalam desa hiduplah keluarga yang sangat sederhana terdiri dari sepasang suami istri (Pak Burhan dan Ibu Sinta) dan 2 orang anak sebut saja Suhib dan Hamid. Sejak kecil kehidupannya penuh dengan berbagai keterbatasan dalam hal biaya pendidikan. Namun, mereka menjalani proses pendidikannya dengan semangat tanpa banyak menuntut pada orang tua bahkan untuk membeli perlengkapan sekolah mereka bekerja menjadi penggulung rumput laut.

Orangtuanya tak pernah melarang dan merasa sedih melihat anaknya melakukan hal yang tak seperti kebanyakan anak orang lain lakukan, yang hanya tinggal berangkat sekolah dengan uang jajan yang banyak tanpa harus bersusah-susah sendiri seperti anaknya. Karena bagi orang tua, hal seperti itu sangatlah penting untuk mengajari pada anak bagaimana susahnya mencari uang dengan membangun kemandirian sejak kecil.

Hingga suatu hari keluarga Pak Burhan sangat berada pada titik di mana membutuhkan uang yang lumayan banyak menurut mereka, karena pendapatan yang tidak terlalu besar untuk membayar biaya wisuda sarjana Pak Burhan ditambah lagi bayaran SPP tahunan Suhib dan Humid. Keputusasaan terjadi pada Pak Burhan, ia sudah malu untuk mencari pinjaman uang pada sanak kerabat dan temannya lebih-lebih pada tetangga yang kadang hanya dapat cacian dan tak memberikan sepeserpun pinjaman karena mereka berpikir bahwa Pak Burhan tidak mungkin bisa membayar hutang.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pak Burhan sudah pasrah dengan keadaannya tidak wisuda meskipun itu adalah perjuangan terakhir dalam proses pendidikan ia di sarjana. Tapi, istri Pak Burhan tidak mendukung atas keputusan yang sangat tak masuk akal itu, ia yakin setiap permasalahan yang sekarang menimpa keluarganya yang tengah berada di titik terendah pasti bisa diselesaikannya.

Dengan semangat yang luar biasa untuk keluarganya, dia berusaha sendiri kesana-kemari mencari pinjaman uang untuk biaya suami dan anaknya, meskipun dengan hal yang sama cibiran tetangga semakin menjadi-jadi dengan kesabaran yang besar dan keinginan supaya suaminya bisa wisuda dan anak-anaknya tidak putus sekolah.

Ia rela menerima semuanya karena ia sangat yakin bahwa itu salah satu ujian yang harus dilewati dengan ikhlas dan sabar dan ia yakin bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Hingga akhirnya dengan kerja keras dalam mencari pinjaman, Bu Sinta akhirnya mendapatkan pinjaman uang dari teman akrabnya. Segera ia kasih uang pinjaman itu pada suaminya.

Dengan sedikit keterpaksaan Pak Burhan menerima uang itu dan segera menyuruh Suhib dan Hamid untuk segera mentrasnfer. Tepat pada tanggal 12 Agustus 2015 akhirnya Pak Burhan wisuda dengan hasil yang sangat mengharukan karena salah satu peserta yang mendapatkan predikat Cumlaude. Tangis haru terjadi pada keluarga Pak Burhan.

Dengan ucapan terima kasih sambil mencium kening istrinya, Pak Burhan merasa sangat merasa bersyukur karena memiliki istri yang sangat luar biasa di balik kesuksesannya hingga sampai pada titik itu.

##

Di sisi lain, di tengah suasana bahagia, Suhib dan Hamid mempunyai rencana untuk menyampaikan keinginannya untuk kuliah yang dari sejak kecil. Namun dia tidak berterus terang kepada kedua orang tuanya. Barulah setelah tamat MA dia berani menyampaikan keinginannya di tengah suasana kebahagiaan itu.

Awalnya orang tuanya merasa bimbang, tetapi akhirnya mendukung dan akan mengupayakan biaya sebisanya dan menyuruh mereka untuk mencari beasiswa di kampus yang diinginkannya. Sejak kecil, mereka selalu berprestasi dalam bidang akademik meskipun berada dalam keterbatasan, sehingga keberuntungan berpihak pada mereka dan mereka akhirnya diterima di kampus ternama dengan beasiswa full.


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

SebelumnyaKeberhasilan Pendidikan, Peran Penting Seorang Guru
BerikutnyaKegelisahan Seorang Hamba