Oleh: Delima Amadya*

Gemuruh angin menyapu manis tumpukan debu
terlihat goresan tinta di balik butiran kelabu
cukup usang tuk mencari tahu
membawa hasrat agar tekad tercipta dalam kalbu

Pancaran cahaya terang tiada berkurang bersinar
untuk pumpunan sudut yang suram
apalah makna raga berkorban dalam darah juang
sedangkan jiwa masih di timpa duka memuram

Diam termenung dalam asumsi sepihak
melenyapkan segan demi menghimpun asa
kini tekad telah tercipta dengan tegak
agar berjaya meraksi namamu semata

Kini, esok, bahkan nanti pun jiwa dan raga kan selalu siap sedia
agar namamu dikenang dengan anggun hingga tiada ucap mewakili sepatah kata

Jombang, 26 Agustus 2019

*Mahasiswa Unhasy Jombang.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
SebelumnyaAmpuh! Begini Cara Berpikir Mahasiswa Selesaikan Tugas Akhir
BerikutnyaHati-hati! Hindari Sifat Tercela Iblis Ini