tebuireng.online- Krisis moralitas, mentalitas, dan spiritualitas manusia Indonesia sekarang ini telah menjadikan bangsa ini mengalami kemunduruan dan tak karuan. Padahal banyak orang pandai tetap saja tak mampu merubah keadaan. Bahkan, sebaliknya mereka banyak terseret dalam lingkarang hitam. Kedepan dibutuhkan generasi bangsa yang berkarakter khususnya karakter santri.  

Pada perhelatan wisuda Al Qur’an di Pesantren Putri Walisongo Cukir, kiai Hasyim Muzadi menekankan agar para santri perlu menjaga hafalan yang sudah diperoleh, baik bil-ghoib, bin-nadhor dan syu’bah agar tetap awet hingga akhir hayat. “Para santri yang sudah diwisuda jangan sampai lalai, hafalannya tetap dijaga, karena diluar sana banyak beasiswa yang disiapkan untuk hafidz/hafidzah untuk mengenyam pendidikan universitas-universitas bergengsi di dalam maupun di luar negri.” Ungkap beliau.

Dengan benteng Al Qur’an seorang santri/wati dapat menjadi manusia yang tangguh dan menjadi orang benar. Tokoh yang sekarang ini menjabat sebagai Wantimpres di era Jokowi juga menyampaikan. “Dengan mengaca kepada Negara yang penduduknya 90% non muslim sangat memegang teguh kejujuran, sedangkan Indonesia yang penduduknya 90% muslim sangat bertolak belakang dengan itu. Indonesia butuh orang-orang benar. Nah kalian-kalian penghafal al-Qur’an penerus bangsa ini.” Tambah kiai Hasyim.(Au/fao/al)

 

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
SebelumnyaWisuda Tahfidzul Qur’an Pesantren Putri Walisongo Cukir Datangkan KH. Hasyim Muzadi
BerikutnyaPasca Sarjana UNHASY Selenggarakan Seminar Pendidikan Nasional