
Tebuireng.online- Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Tebuireng menyelenggarakan seminar pendidikan bertajuk “Penguatan Pendidikan di Era Artificial Intelligence dalam Mewujudkan Pembelajaran yang Cerdas dan Adaptif”, Selasa (5/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman utama madrasah ini diikuti oleh 523 siswa kelas X dan XI serta jajaran asatid.
Kepala MASS Tebuireng, Ustadz Moh Subchan, S.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Meski akses teknologi di lingkungan pesantren terbatas, para santri perlu dibekali pemahaman digital sebagai persiapan menghadapi masa depan.
“Di era digital ini, kami berharap siswa mampu mengelola teknologi dengan bijak. Jangan sampai bergantung sepenuhnya, namun jadikan AI sebagai pendamping untuk mengambil nilai positifnya,” ujar Ustadz Subchan.
Beliau juga menegaskan bahwa adaptasi terhadap teknologi harus selaras dengan kaidah yang menjadi pegangan santri, yakni al-muhafadzatu ‘ala al-qadimi al-salih wa al-akhdzu bi al-jadidi al-aslah artinya memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari kalangan generasi Z, Asyraf, yang merupakan alumni Universitas Negeri Malang. Dalam pemaparannya, Asyraf menekankan bahwa AI harus diposisikan sebagai alat bantu untuk berkembang, bukan sebagai instrumen yang menciptakan ketergantungan.
“Penting bagi para santri untuk memiliki pola pikir kritis dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin pesat. Teknologi harus dikuasai, bukan sebaliknya,” tegas Asyraf.
Ia juga berharap para santri dapat membawa nilai-nilai luhur pesantren saat kembali ke masyarakat, dengan menjadi agen kebaikan yang membawa nama baik Tebuireng untuk Indonesia di kancah digital.
Rangkaian acara ditutup dengan pembagian hadiah lomba debat tingkat sekolah. Pemberian apresiasi ini menjadi bukti bahwa madrasah tetap mengasah kemampuan literasi dan argumentasi santri secara lisan di tengah gempuran teknologi informasi.
Acara diakhiri dengan doa bersama yang menambah kekhidmatan suasana. Melalui seminar ini, pihak madrasah berharap para siswa semakin “melek teknologi” sebagai bekal dalam menghadapi kemajuan zaman yang kian modern tanpa meninggalkan identitas santri.
Pewarta: Fatih Maulana
Editor: Sutan


















