Sumber gambar: https://www.dream.co.id

Oleh: Silmi Adawiyah*

Suami bisa meninggalkan istrinya kapan saja ketika Allah menentukan. Anak bisa saja sakit, lantas meninggal mendahului orang tuanya. Uang bisa meninggalkan pemiliknya saat penipuan melanda. Semuanya bisa meninggalkan kita, bahkan bayang-bayang kita juga akan meninggalkan kita disaat gelap gulita. Dan hanya Allah yang sampai kapanpun tidak akan meinggalkanmu seorang diri.

Dalam konteks ini, Ibn Atha’illah menuliskan kalam hikmah sebagai berikut:

العجب كل العجب ممن يهرب مما لا انفكاك له عنه ويطلب ما لا بقاء له معه (فإنها لا تعمى الأبصار ولكن تعمى القلوب التي في الصدور)

“Keajaiban yang sangat mengherankan adalah seseorang yang lari dari apa yang tak akan terlepas darinya dan mencari apa yang tak kekal padanya (sesungguhnya bukan mata kepala yang buta, melainkan yang buta adalah mata hati yang ada di dada).”

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Segala sesuatu selain Allah SWT pasti akan meninggalkan kita. Apapun itu. SelainNya tak akan terus menemani kita. Pada saatnya nanti, segala sesuatu selain Allah itu sudah pasti akan meninggalkan kita. Bagaimanapun kita kuat menahannya. Mulai dari kenikmatan dunia, kekayaan, pangkat, istri, anak, status sosial, semua itu pasti akan meninggalkan kita.

Dunia ini bagaikan air hujan yang turun dari langit, lantas menyuburkan tumbuhan di muka bumi, namun setelah itu tumbuhannya mengering sebab angin yang juga diutus Allah ke muka bumi. Hal itu membuktikan bahwa segala sesuatu berawal dari ketiadaaan yang dijadikan ada oleh Allah.  QS Yasin ayat 93 menyebutkan:

وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ

“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.”

Hanya Allah yang selalu bersama kita dalam kondisi apapun. Allah bersama kita dalam artian fisik tidak sama seperti kita bersama orang-orang yang kita cintai di dunia ini. Allah tidak sama dengan makhluk dalam segi apapun. Ayat dalam QS Asy Syura mengingatkan:

 لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia lah yang Maha Mendengar dan Melihat.”

Sehingga maksud dari Allah selalu bersama kita dan tidak akan meninggalkan kita sampai kapanpun adalah ilmu, kuasa, pertolongan, kasih sayang, dan pengampunan Allah sampai kapanpun tetap bersama kita. Semua itu tak akan pernah meninggalkan kita sampai kapanpun, bahkan meski pada orang kafir atau pada kita yang sering maksiat kepadaNya.

*Penulis adalah Mahasiswa UIN Jakarta. Alumnus Unhasy dan Pondok Pesantren Walisongo Cukir Jombang.

SebelumnyaGus Sholah, Kejujuran dan Perbaikan Mutu Pendidikan
BerikutnyaBerguru Sebagai Syarat Menyampaikan Ilmu