Halaqah Santri Digital 2025 Dorong Penguatan Komunikasi Publik Pesantren di Era Digital

82
Suasana forum Halaqah Santri Digital yang diinisiasi oleh Dunia Santri Community (DSC) di Surabaya (dok. panitia)

Tebuireng.online— Dunia Santri Community (DSC) menggelar Halaqah Santri Digital 2025 dengan mengusung tema “Menguatkan Komunikasi Publik Pesantren di Era Digital”. Acara yang diikuti peserta se nasional ini berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (12–13/12/2025), di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya.

Founder Dunia Santri Community, Dr. Abdulloh Hamid, menjelaskan bahwa berdirinya komunitas tersebut berawal dari keresahan terhadap realitas sosial yang dihadapi santri dan pesantren di ruang publik. Ia menilai santri memiliki potensi besar yang perlu diperkuat melalui jejaring dan pola komunikasi yang tepat.

Baca Juga: Semangat Dakwah, Santri Harus Paham Literasi Digital

“Hari ini kita berikhtiar membangun bagaimana pola komunikasi publik yang baik dari pondok pesantren ke lingkungan luar pesantren,” ungkap dosen UIN Sunan Ampel Surabaya yang akrab disapa Gus Hamid.

Ia menambahkan, semangat pergerakan yang dipegangnya selama ini terinspirasi dari pesan Kiai Saifuddin Zuhri, “Dari pesantren aku datang, dan untuk cita-cita pesantren aku berjuang.” Gus Hamid juga menegaskan bahwa Jawa Timur dipilih sebagai lokasi kegiatan karena pesantren memiliki ruh yang kuat di wilayah tersebut.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Ruhnya Jawa Timur adalah pesantren, dan pesantren adalah Jawa Timur,” tegasnya.

Halaqah yang diawali dengan seminar nasional oleh Ning Khilma Anis, Ning Imaz Fatimatuz Zahro, dan Gus Muhammad Haiba Abqary (dok. panitia)

Untuk diketahui, kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Bagian Monitoring dan Komunikasi Publik (MKP) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Zainal Muttaqin. Ia menilai gerakan yang dilakukan Dunia Santri Community merupakan upaya strategis dalam memperkuat peran santri dan pesantren di tengah perkembangan komunikasi digital.

“Dunia Santri Community ini anggotanya ribuan, followers-nya juga banyak di Instagram, bahkan anggotanya ada yang berada di luar negeri. Ini adalah kearifan Jawa Timur yang harus kita rawat, yaitu santri dan pesantren,” ujar Zainal dalam sambutannya.

Baca Juga: Era Post Truth, Santri Wajib Berdakwah melalui Tulisan

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kesempatan bekerja sama dengan Dunia Santri Community. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dengan komunitas santri menjadi bagian penting dalam menjaga komunikasi publik yang sehat dan produktif.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Pulung Chausar. Dalam sambutannya, ia menyambut baik kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Dunia Santri Community, serta berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Saya berharap ke depan ini bukan yang terakhir,” ujarnya. Ia juga menyoroti fenomena maraknya potongan video yang diviralkan tanpa konfirmasi yang memadai. Menurutnya, sinergi dan kolaborasi semua pihak diperlukan untuk menjaga kondusivitas Jawa Timur.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Biro Administrasi Pimpinan (ADPIM) Jatim, Sakti, dan Pesantren ID ini turut diisi dengan pemberian penghargaan Tokoh Pelopor Penguatan Komunikasi Publik Santri dan Pesantren di Jawa Timur dari Dunia Santri Community. Selain itu, TV9 Nusantara juga menyerahkan Transformative Islamic Communication Special Award.

Baca Juga: Munawara Tekankan Dakwah Kreatif Era Digital Harus Tetap Beradab

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pihak yang mendukung penguatan komunikasi publik santri dan pesantren di Jawa Timur.

Sebelum rangkaian halaqah, acara diawali dengan seminar bertema Narasi Kebudayaan dan Strategi Media Mainstream yang menghadirkan narasumber Gus Muhammad Haiba Abqary, Ning Khilma Anis, dan Ning Imaz Fatimatuz Zahro. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada sesi Seminar Sejarah, Literasi, dan Penyiaran Digital. Pada hari kedua, Sabtu (13/12/2025) pagi, agenda dilanjut dengan workshop serta kegiatan capacity building bagi para peserta, dan penggalangan donasi untuk korban di Sumatra.



Penulis: Munawara, M.I.Kom

Editor: Rara Zarary