Gus Sholah saat memberikan mauidhah hasanah dalam acara Harlah ke-47 Yayasan Perguruan Islam EL-Nur El-Kasysyaf Bekasi Jawa Barat, Ahad (21/02/2016)
Gus Sholah saat memberikan mauidhah hasanah dalam acara Harlah ke-47 Yayasan Perguruan Islam EL-Nur El-Kasysyaf Bekasi Jawa Barat, Ahad (21/02/2016)

tebuireng.online– Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan terkuno di Indonesia, bahkan jauh sejak sekolah-sekolah formal dididirikan oleh Belanda untuk menandingi perkembangan lembaga kaum santri dan kiai kala itu. Pesantren dengan santri dan kiai di dalamnya, juga menjadi tonggak perjuangan memperbutkan dan mempertahankan kemerdekaan RI.

Hal itulah yang menjadi fokus bahasan dalam ceramah yang disampaikan oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid dalam acara Harlah Pesantren Yayasan Perguruan Islam El-Nur Kasysyaf (Yapink) yang ke-47 di Jl. Sultan Hasanuddin Tambun Selatan Bekasi Jawa Barat, Ahad (21/02/2016).

Namun Gus Sholah, panggilan akrab beliau, menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan pesantren, yang malah banyak didirikan dan dikembangkan oleh kalangan swasta atas dasar pengabdian terhadap umat. Adik Gus Dur tersebut menganggap bahwa pesantren sebagai pewaris pendidikan di Indonesia, saat ini seperti dibiarkan jalan sendiri apa adanya, tanpa banyak campur tangan pemerintah.

“Pondok pesantren mempunyai kontribusi terhadap berdirinya Republik Indonesia. Kiprahnya di masa penjajahan dengan mengusir penjajah, menyerukan perlawanan dalam mempertahankan kemerdekaan hingga saat ini yang menjaga NKRI dari rongrongan radikalisme dan faham sekulerisme,” papar beliau. Dengan jasa sebegitu besarnya untuk bangsa dan negara, menurut Gus Sholah pemerintah seharusnya mulai memikirkan nasib pesantren-pesantren dan membantu mengembangkannya.

Kemudian Gus Sholah berharap Pondok Pesantren Nur EL-Kasysyaf yang merupakan salah satu pesantren tertua di Bekasi ini, dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi besar bagi pendidikan di Indonesia bersama pesantren-pesantren lain, termasuk Pesantren Tebuireng yang beliau asuh sekarang ini.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Yayasan Perguruan Islam El-Nur Kasysyaf Tambun Bekasi ini merupakan yayasan berbasis pesantren yang didirikan pada tahun 1969 yang dikomandoi oleh KH. Moh. Dawam Anwar, seorang alumni Pesantren Tebuireng, bahkan pernah menjadi guru agama dan Bahasa Arab di pesantren yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari tersebut dan Pesantren Khoiriyah Hasyim Seblak Jombang.

Para sesepuh desa sepakat untuk mendirikan pesantren dengan tujuan untuk menjaga aqidah generasi muda Islam di Bekasi dan sekitarnya dan mengambil tokoh agama dari Jawa Timur. Mereka lalu meminta saran kepada Pengasuh Pesantren Tebuireng saat itu, KH. M. Yusuf Hasyim.  Kemudian beliau menyarankan seorang alumni Pesantren Tebuireng  bernama Moh. Dawam Anwar yang kala itu sedang menyelesaikan studi di Fakultas Adab IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Disitulah kemudian kiprah Kiai Dawam Anwar dalam pendirian yayasan ini dimulai. (abror)

SebelumnyaPramuka MA Perguruan Mu’allimat, Bangun Kekompakan Lewat Penjelajahan
BerikutnyaGrand Syaikh al-Azhar Kunjungi Indonesia Bawa Pesan Perdamaian