Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid saat memberikan materi kepada para peserta Diklat Kader Pesantren Tebuireng pagi tadi (21/09/2016)
Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid saat memberikan materi kepada para peserta Diklat Kader Pesantren Tebuireng pagi tadi (21/09/2016)

tebuireng.online— Menurut Pengasuh Pesantren Tebuireng, Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid, masalah akhlak, moral, dan etika menempati klasemen teratas penyebab mundurnya umat Islam sekarang ini. Hal itu beliau sampaikan dalam kesempatan memberikan materi “Ke-Tebuireng-an” di depan para peserta Diklat Kader Pesantren Tebuireng angkatan kedua, Rabu (21/09/2016) di Jombok Ngoro Jombang.

Gus Sholah, panggilan akrab beliau, menyampaikan ada 9 faktor utama penyebab Islam susah mengejar ketertinggalannya atas umat agama lain atau yang tidak beragama. kesembilan faktor tersebut adalah umat Islam banyak yang memperioritaskan ibadah mahdhah dari pada ibadah sosial, ekonomi lemah, krisisi akhlak, kesadaran terhadap Ilmu pengetahuan dan teknologi  rendah, lemahnya militer, kemiskinan, kebodohan, kepekaan sosial rendah, sedikitnya umat Islam yang berjuang dengan wirausaha.

Di antara  faktor tersebut, krisis akhlak dan karakter adalah yang paling utama. Beliau sangat menyayangkan organisasi-organisasi besar Islam di Indonesia seperti NU, Muhammadiyah, dan MUI yang tidak pernah menyuarakan dan memperhatikan krisis akhlak. Padahal, lanjut beliau, akhlak mendasari corak dan keberlangsungan kehidupan umat.

Bukti kemosrotan akhlak umat Islam terletak pada kondisi negara-negara Islam di dunia. Pengamalan terhadap ajaran dan nilai-nilai agama Islam juga rendah, seperti kejujuran, kebersihan, geliat keilmuan, rasa malu, dan kesadaran sosial. Hal yang makin memilukan adalah negara yang justru menerapkan nilai-nilai itu merupakan negara yang mayoritas tidak percaya Tuhan, seperti Denmark dan Finlandia.

Gus Sholah juga meminta kepada para peserta nantinya dalam mendidik dan membina santri mengedepankan akhlak, etika, dan moral, menyiapkan generasi Islam dan bangsa yang berkarakter yang mengmalkan nilai-nilai Islam dan pancasila. (Abror)

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
SebelumnyaObituari: Sosok Maftuh Basuni di Mata Dua Tokoh Nasional
Berikutnya4 Faktor Susahnya Pemberantasan Korupsi Menurut Gus Sholah