Gus Kikin Ajak Santri Perkuat Cinta kepada Rasulullah

57
(tengah) Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz, saat memberi pesan pada seluruh santri tentang Maulid Nabi Muhammad (foto: zidan)

Tebuireng.online– Pesantren Tebuireng menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (13/9/2025) di Masjid Pondok Putra Tebuireng. Acara tersebut dihadiri oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Ketua Pondok Ustadz Slamet Habib, Wakil Kepala Pondok Ustadz Mahmudz, serta jajaran masyayikh Tebuireng. Penceramah utama adalah Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah, M.A. Hum.

Dalam sambutannya, Gus Kikin menekankan pentingnya meneladani Nabi Muhammad SAW. Ia menegaskan bahwa Rasulullah sendiri memperingati hari kelahirannya dengan berpuasa setiap hari Senin, sedangkan umat Islam hanya memperingatinya setahun sekali.

Baca Juga: Ribuan Santri Peringati Maulid Nabi di Masjid Pesantren Tebuireng

“Kita harus terus memperingati, mengingat, memuliakan, dan menjadikan teladan apa yang telah beliau tinggalkan kepada umat ini. Kita harus bergembira karena kelahiran Nabi ditunggu seluruh dunia,” ujarnya.

Para santri Tebuireng saat membaca maulid Nabi Muhammad di masjid Pondok Putra Pesantren Tebuireng (foto: zidan)

Gus Kikin juga menceritakan kisah Abu Lahab yang bahagia menyambut kelahiran Nabi hingga memerdekakan budaknya, Tsuwaibah. Meski Abu Lahab wafat dalam keadaan kafir, Allah tetap meringankan siksaannya setiap hari Senin karena kegembiraannya atas kelahiran Rasulullah.
“Kalau orang yang memusuhi Nabi saja mendapat keringanan siksa karena bergembira dengan kelahiran beliau, apalagi kita yang mencintainya. Semoga kelak kita diajak bersama-sama masuk surga,” tutur Gus Kikin.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Lebih lanjut, Gus Kikin mengisahkan dialog antara Rasulullah dan Umar bin Khattab tentang makna cinta sejati kepada Nabi. Rasulullah menegaskan bahwa cinta kepada beliau harus melebihi cinta kepada harta, orang tua, bahkan diri sendiri.

Baca Juga: Perayaan Maulid Bukan Pasar Malam

“Dari cerita ini kita belajar, cinta sejati kepada Rasulullah adalah cinta yang tulus, melebihi cinta kepada diri sendiri,” pesan Gus Kikin di hadapan ribuan santri.

Peringatan Maulid Nabi di Tebuireng ini menjadi momentum bagi para santri untuk memperbarui kecintaan mereka kepada Rasulullah, sekaligus meneguhkan teladan Nabi sebagai pedoman hidup.



Pewarta: Nurdiansyah Fikri Alfani
Editor: Rara Zarary