KH. Agus Fahmi Amrullah saat menyampaikan tausiyah dalam Pengajian Umum Penutupan Safari Ramadan Pondok Putra Pesantren Tebuireng Jumat (09/06/2017) di Masjid al Adnany Kayangan. (Foto: Kopi Ireng).

Tebuireng.online– Dalam pengajian umum Penutupan Safari Ramadan 1438 H.  Pondok Putra Pesantren Tebuireng di Masjid al Adnany Kayangan Diwek Jomabang pada Jumat (09/06/2017), KH. Agus Fahmi Amrullah Hadzik menjelaskan tentang pentingnya muhasabah atau mawas diri sebelum menilai orang lain. Beliau mengajak hadirin untuk menakar keislaman sendiri sebelum menhukumi keislaman orang lain.

Ketua MWC NU Diwek itu juga mengkritik beberapa kelompok Islam yang yang mudah memberi label musyrik kepada sesama muslim, termasuk juga memusyrikkan amalan-amalan NU, seperti ziarah kubur dan ziarah makam para wali. “Jangan-jangan di dalam diri kita ada bibit-bibit kemusyrikan,” kata Gus Fahmi.

Gus Fahmi juga menghimbau agar sesama muslim tidak saling mengkafirkan, termasuk mengkafirkan orang-orang yang menggunakan produk buatan non-muslim, seperti alat-alat elektronik. “Lah kalau memakai produk orang kafir kita ikut kafir, kita kafir semua dong,” celetuk beliau.

“Jangan-jangan kita sibuk mencari kekafiran orang lain, tapi ternyata dalam diri kita ada benih-benih kekufuran,” ungkap Gus Fahmi, panggilan akrab Kiai yang juga Kepala Pondok Putri Pesantren Tebuireng itu.

Gus Fahmi juga mengkritik orang-orang yang gampang melabeli muslim lain dengan label “munafik” seperti yang baru-baru saja terjadi. “Jangan karena Allah menerangkan munafik dalam Al Quran, lantas menganggap orang lain itu munafik,” jelas Gus Fahmi.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Cucu KH. Hasyim As’ari itu menjelaskan siapa yang dimaksud dalam Al Quran sebagai orang munafik, yaitu orang yang menipu Allah dan nantinya akan dibalas oleh-Nya tipuan itu. Beliau menjelaskan ciri orang yang termasuk munafik adalah malas mengerjakan shalat dan melakukan ibadah agar dilihat orang lain.

Gus Fahmi juga berpesan agar tidak merasa Islamnya paling benar, sedangkan yang lain salah. Untuk itu beliau mengajak semua muslim menahan diri untuk melihat kadar keislaman orang lain, tetapi justru melihat keislaman diri sendiri apa sudah sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yang santun dan toleran, bukan Islam tawuran.

Safari Ramadan 1438 H. Pondok Putra Pesanren Tebuireng dilaksanakan sejak 2-15 Ramadan. Panitia mengirimkan sejumlah santri penceramah dan qori’ serta asatidz sebagai imam Shalat Isya’ dan Tarawih ke 19 masjid dan 7 mushalla di 26 Desa dalam 4 kecamatan di Jombang, yaitu Diwek, Gudo, Mojowarno, dan Ngoro.


Pewarta:    Muhammad Abror Rosyidin

Editor:       MAR

Publisher:  MAR

SebelumnyaSampai Senja Itu (Part 2)
BerikutnyaMenu Buka Puasa Unik Ala Berbagai Negara