Tebuireng.online- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) 2019 Kelompok 11 Desa Menturus Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang, melaksanakan program kerja utama yang kedua berupa pelatihan kerajinan manik-manik di Balai Desa Menturus Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang, Kamis (25/07/2019).

Tema yang diangkat kelompok 11 yakni, “Menciptakan generasi milenial yang aktif, kreatif, mandiri dan berakhlakul karimah” direalisasikan program kerja utama berikutnya yakni Pelatihan Kerajinan Manik-manik.

Kerajinan manik-manik merupakan kerajinan yang dihasilkan dari rangkaian berbagai jenis manik-manik menjadi berbagai macam aksesoris, seperti gelang, kalung, tas, gantungan kunci, tasbih, anting, cincin dan lain sebagainya.

“Mengapa kami memilih program kerja ini, karena ibu-ibu menyukai pernak-pernik aksesoris yang biasanya dipakai oleh kebanyakan wanita,” tutur Hawari, ketua kelompok 11 KKNT Unhasy saat diwawancara.

Masyarakat Desa Menturus, terutama pada kalangan ibu-ibu menyukai pernak-pernik dari butiran manik-manik. Di desa ini masih belum ada yang mencoba membuka lapangan pekerjaan berupa kerajinan manik-manik. Sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani. Oleh karena itu, dalam pelaksaan program kerja ini diharapkan masyarakat tergerak hatinya berniat untuk mencoba membuka lapangan pekerjaan berupa kerajinan manik-manik.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan sasaran yang pas untuk sebuah program kerja yang menggunakan objek berupa manik-manik. Karena organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita turut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan kerajinan manik-manik.

Semangat ibu-ibu untuk menghadiri kegiatan ini sangatlah tinggi. Berbondong-bondong mereka mendatangi Balai Desa Menturus sore itu. Jumlah undangan yang datang pada kegiatan ini 75% dari jumlah undangan. Anggota KKNT kelompok 11 Desa Menturus sudah mempersiapkan bekal yang maksimal sebelum melakukan pelatihan kerajinan manik-manik. Manik-manik yang digunakan untuk kegiatan pelatihan ini didapatkan langsung dari owner kerajinan manik-manik terbesar di Desa Gudo Jombang yakni, saudari Dita Aisha sekaligus sebagai salah satu anggota KKNT kelompok 11 Desa Menturus Kabupaten Jombang.

Para ibu-ibu disuguhi beberapa macam manik-manik yang nantinya akan mereka rangkai sendiri menjadi berbagai macam aksesoris. Ibu-ibu diberikan keleluasaan untuk membuat aksesoris yang mereka inginkan. Di antara aksesoris yang berhasil dibuat adalah gelang, kalung, gantungan kunci, tasbih dan lain sebagainya. Anggota KKNT kelompok 11 Desa Menturus turut serta membantu serta membimbing para ibu-ibu yang merangkai manik-manik.

Ibu-ibu tidak hanya mampu membuat satu atau dua kerajinan aksesoris saja, tetapi dalam waktu satu jam setengah mereka mampu membuat lebih dari tiga kerajinan. Seluruh peserta pelatihan ini merasa puas karena mereka dapat praktik langsung dan membawa pulang aksesoris hasil rangkaian mereka sendiri sebagai kenang-kenangan.

“Melihat kesuksesan pelaksanaan program kerja pelatihan manik-manik ini dan antusias dari para peserta pelatihan, kami berharap kerajinan manik-manik memiliki potensi besar sebagai lapangan pekerjaan baru untuk warga di Desa Menturus ini khususnya Ibu-ibu rumah tangga” ujar Hawari.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, kami menawarkan untuk melakukan kerja sama antara warga setempat dengan owner manik-manik ini. Kami menawarkan untuk memberikan pelatihan tindak lanjut dan menyuplai bahan dasar manik-manik yang akan dikirim langsung dari Desa Gudo Jombang jika ibu-ibu berkenan untuk merintis usaha kerajinan manik-manik dan mengembangkannya sebagai salah satu usaha rumahan di Desa Menturus Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang.


Pewarta: Tim 11 Desa Menturus

Publisher: MSA

SebelumnyaBedah Buku “Intisari Fiqih Haid” Menjawab Problematika Wanita
BerikutnyaWarna Warni Keindahan Islam