Tebuireng.online– Kabar gembira datang dari film Jejak Langkah 2 Ulama (JL2U), film garapan sutradara Sigit Ariansyah itu akan tayang di jaringan bioskop CGV Cinemas di seluruh Indonesia.

Film tentang sejarah hidup dan perjuangan dua ulama kharismatik, KH. Ahmad Dahlan dan KH. M. Hasyim Asy’ari itu sebelumnya mengusung tema penayangan pop up cinema, sebuah sistem pengembangan dari layar tancap era lampau.

Manajer Distribusi Layar Sinema Indonesia (LSI), distributor film tersebut, Era Sugiarso, menyebut sebenarnya, walau bekerjasama dengan CGV, pihaknya tidak akan membuang sisi pop up cinema dalam penayangannya.

“Kerja sama kita dengan CGV itu, kita punya privilege (hak istimewa), tidak dibatasi waktu, artinya pakai sistem undangan,” ungkapnya ketika dihubungi via telpon pada Rabu (09/06/2020).

Ia juga menjelaskan bahwa sistem undangan tersebut memungkinkan bagi film JL2U diputar di bioskop CGV Cinemas kapan saja dan dalam waktu yang berbeda-beda setiap daerahnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Di Indonesia, CGV ada di 34 kota, jadi kami tetap membutuhkan pihak ketiga yang dapat menyelenggarakan nobar di setiap kota tersebut. Mereka bisa mengajukan diri ke kami (LSI),” tambahnya.

Untuk itu, baru-baru ini, pihak LSI membuat panduan tata cara nobar di jaringan bioskop CGV Cinemas. Pertama, penyelenggara harus mengkondisikan jumlah penonton dibatasi 30 – 50 % dari kapasitas, tergantung peraturan di daerah masing-masing.

Selain itu, penonton juga tidak bisa langsung datang dan membeli tiket di bioskop. Penonton akan melakukan pembelian di awal melalui koordinator resmi atau pihak ketiga yang sudah disetujui pihak manajemen LSI.

Penonton datang ke bioskop 10 menit dari jadwal yang tertera dan disarankan untuk langsung pulang setelah selesai film, untuk menghindari bertemu dengan penonton di waktu pemutaran berikutnya.

Karena masih dalam masa pandemi, seluruh pihak, wajib mentaati dengan ketat protokol 3M dan protokol pihak CGV. Selain itu, juga dilarang berpindah tempat duduk walaupun datang sebagai keluarga atau rombongan.

LSI juga menyarankan agar penonton memakai baju hangat atau jaket karena dengan penonton berjarak, suhu akan terasa lebih dingin dari kapasitas normal yang terpenuhi.

Sistem ini, lanjutnya, pihaknya tetap mengakomodir sistem pop up agar dapat menyerap penonton lebih besar dengan target dakwah lebih luas.

Dengan adanya pihak ketiga, menurutnya, memungkinkan penyerapan penonton, walau diadakan di jaringan bioskop CGV dapat meluas hingga ke pedesaan. Bahkan pemutaran keliling ke daerah-daerah seperti yang dilakukan sejak awal, masih dipertahankan untuk dilaksanakan.

Sejak sebelum pandemi, beberapa pihak telah mengajukan penayangan di daerah dan tempat mereka masing-masing, akibat pandemi menjadi tertunda.

Maka Era mengaskan, pihaknya tidak akan mengesampingkan permintaan penayangan keliling.

“Artinya kami akan tetap jalankan sistem pop up cinema. Pengajuan penayangan akan tetap kami proses,” lanjutnya.

“Kita tidak bisa mengandalkan sistem CGV, karena jaringan CGV hanya ada di 34 kota di Indonesia, sedangkan sasaran dari film ini yang sebagian besar berada di pedesaan harus bisa diserap. Untuk itu kita padukan sistem CGV dengan sistem pop up,” terangnya.

Perlu diketahui CVG telah hadir di beberapa kota, seperti Bandung, Balikpapan, Batam, Bekasi, Blitar, Bogor, Cikarang , Cirebon, Depok, Gresik, Jakarta, Jember, Karawang, Kediri, Lampung, Madiun, Makassar, Manado, Mataram, Medan, Mojokerto, Padang, Palembang, Pekanbaru, Probolinggo, Purwakarta, Purwokerto, Samarinda, Solo, Surabaya, Tangerang, Tangerang Selatan, Tegal, Yogyakarta.

Film Jejak Langkah 2 Ulama adalah film garapan Mix Production Yogyakarta dan Rumah Produksi Tebuireng Jombang. Dua pihak tersebut mewakili pihak yang bekerjasama, yaitu LSBO PP Muhammadiyah dan Pesantren Tebuireng Jombang.

Film ini digarap sejak 2019, dan sebenarnya akan ditayangkan mulai 2020 dengan sistem Pop Up Cinema, akibat pandemi sempat berhenti tayang. Kini dapat diputar kembali di bioskop jaringan CGV Cinemas maupun diputar keliling seperti konsep awal.

Pewarta: Aros

SebelumnyaKiai Wahid Hasyim dalam Pusaran Tujuh Kata
BerikutnyaSiswi SMA A. Wahid Hasyim Raih Medali Emas