Tebuireng.online-  Pekan Orientasi Mahasantri Baru (Posmba) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang resmi ditutup pada Ahad (18/06/21) yang dilaksanakan pada siang hari. Acara ini dilaksanakan di Aula bawah Ma’had Aly Hasyim Asy’ari  yang dihadiri oleh KH. Drs. Muthoharun Afif, Lc., M.H.I. dan beberapa dosen serta staf lainnya.

Pada penutupan Posmaba kemaren, Kiai Muthoharun menjelaskan bahwa Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari mengajak pada santri-santrinya untuk tafaqquh fi din yaitu orang yang bisa memahami agama, orang yang bisa bermasyarakat. Artinya tidak hanya belajar ilmu sehingga ilmiah saja, tetapi adalah amaliahnya juga dianjurkan, sebagai ulama salaf semuanya baik itu ilmiah atau amaliahnya juga dianjurkan. Oleh karena itu, di Pesantren Tebuireng ini tidak boleh meninggalkan dua sisi. Sisi pertama kepesantrenan, dan yang kedua sisi keilmiahan yang diambil, dipahami dan didasari dengan kitab-kitab kuning.

“Dari tahun ke tahun angkatan yang ikut beliau adalah orang-orang yang alim, akan tetapi dari satu masa ke masa, Allah berkehendak lain. Sebagaimana Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama,” terang beliau.  

“Jadi pengikut beliau (Hadratussyaikh) berkurang, rupanya Kiai Yusuf Hasyim mengetahui situasi itu dengan melihat murid-muridnya yaitu himmahnya berkurang, akhirnya beliau berkeinginan untuk mendirikan suatu lembaga yang khusus mempelajari ilmu agama. Maka, didirikanlah Mu’allimin kemudian ditingkat selanjutnya barulah beliau mendirikan Ma’had Aly Hasyim Asy’ari,” jelas Wakil Mudir bidang Kemahasatrian ini.

Acara penutupan Posmaba Maha 2021 kali ini berlangsung dengan lancar dengan kehadiran segenap peserta Posmaba, panitia, serta kehadiran para dosen. Acara ini ditutup dengan adanya mauidhah hasanah oleh KH. Junaidi Hidayat.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pewarta: Quratul Adawiyah

SebelumnyaMau Dibawa Kemana Islam Kita?
BerikutnyaPemred Tebuireng Online Bicara Soal Digitalisasi Sejarah di UIN Yogyakarta