Oleh : S Afifah Rusda*

Musibah dan rezeki tidak pernah alpa dari kehidupan seorang hamba, bahkan Rasulullah pun orang yang paling dekat dengan Allah, adalah orang yang paling banyak ujiannya.

عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ حُذَيْفَةَ، عَنْ عَمَّتِهِ فَاطِمَةَ أَنَّهَا قَالَتْ: أَتَيْنَا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعُودُهُ فِي نِسَاءٍ، فَإِذَا سِقَاءٌ مُعَلَّقٌ نَحْوَهُ يَقْطُرُ مَاؤُهُ عَلَيْهِ مِنْ شِدَّةِ مَا يَجِدُ مِنْ حَرِّ الْحُمَّى، قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ، لَوْ دَعَوْتَ اللهَ فَشَفَاكَ، فَقَالَ: رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءَ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ[1]

Artinya:  Dari Abu Ubadah, dari bibinya fatimah ia berkata : Kami mendatangi Rasulullah SAW. bersama beberapa wanita untuk mengunjungi beliau, ternyata ada tempat minum yang menggantung di sampingnya, yang airnya menetesi beliau disebabkan oleh panas karena demam yang beliau derita. Kami lalu berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, seandainya tuan berdoa kepada Allah, maka Ia akan menyembuhkanmu.” Rasulullah SAW. bersabda : “Sesungguhnya manusia yang paling besar ujiannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang yang mengikutinya, kemudian orang yang mengikuti mereka, kemudian orang yang mengikuti mereka”. (HR. Ahmad)  

Musibah yang menimpa bermacam-macam bentuknya, dalam pandemi seperti ini, banyak di antara kita yang diuji dengan penyakit, juga kehilangan orang yang kita sayangi, sebagai seorang muslim, di antara hal yang diwajibkan kepada kita adalah berdoa.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Al-habib Zein bin Ibrahim dalam kitabnya Kitabul Adab menyebutkan beberapa doa dan hal yang dilakukan Rasulullah ketika tertimpa musibah.

1. Menerima dengan penuh keridhoan atas ketentuan Allah SWT.

Berdasarkan hadis qudsi :

قال صلى الله عليه وسلم : قال الله تعالى : إِذَا  وَجَّهْتُ إِلَى عَبْدٍ مِنْ عِبَدِيْ مُصٍيْبَةً فِيْ بَدَنِهِ أوْ مَالِهِ أَوْ وَلَدِهِ ثُمَّ اسْتِقْبَلَ ذَلِكَ بِصَبْرٍ جَمِيْلٍ، اسْتَحْيَيْتُ مِنْهُ يضوْمَ الْقِيَامَةِ أَنْ أَنْشُرَ لَهُ دِيْوَانًا.[2]   

Artinya : “Apabila aku berikan kepada seseorang hamba dari hamba-hamba-Ku musibah pada badannya atau hartanya atau anaknya, kemudian diterima musibah tersebut dengan kesabaran yang tinggi, maka Aku malu kepadanya untuk menimbang amalannya (menghisabnya) atau membuka buku amalannya pada hari kiamat”. (Ihya’ Ulumiddin)

2. Membaca 3 kali atau 12 kali atau 40 kali dzikir berikut ini:

لاَ إِلَهَ إِلّا الله العظِيْمِ الحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلّا الله رَبُّ العَرْشِ العَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلّا الله رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الاَرْضِ وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيْمِ .

3. Membaca 14 kali doa Nabi Muhammad SAW berikut, tatkala mengalami kesedian atau kesulitan:

اللَّهُمَّ أَنَا عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدُكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، فِيْ قَبْضَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِيْكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيْ قَضَاؤُكَ، أَسْلُكَ بِكُلِّ إِسْمٍ هُوَ لَكَ ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ ، أضوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًامِنْ خَلْقِكَ، أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ الِعِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ ، اَوْ تَجْعَلُ القُرْآنَ نُوءرًا صَدْرِيْ ، وَرَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَجَلَاءَ حُزْنِيْ وَذَهَابَ هَمِّيْ.

4. Memperbanyak membaca doa Nabi Muhammad berikut ini tatkala tertimpa musibah:

(HR. Nasai)  بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ ، وَلَا حَوْلَ وَلَاقًوَّةَ إِلّا بِالله عَلِيِّ العَظِيْمِ 

Rasulullah SAW menjelaskan : “Barangsiapa yang membaca doa tersebut, maka Allah SWT akan menjauhkan seluruh musibah yang menimpanya”.

5. Tidak mengadu kepada orang lain.

Berdasarkan Sabda Rasulullah SAW:

قَالَ صلى الله عليه وسلم : مِنْ إِجْلَالِ الله وَمَعْرِفَةِ حَقِّهِ أَنْ لَا تَشْكُوَ وَجَعَكَ، وَلَا تَذْكُرَ مُصِيْبَتَكَ

Artinya : ‘Di antara penghormatan seorang hamba kepada Allah SWT dan mengetahui hak-haknya yaitu dengan tida mengeluhkan sakitmu (kepada siapapun) , dan tidak menyebutkan musibahmu”. (HR. Ibnu abi dunya).

6. Memperbanyak membaca:

إنّا لِلّه وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ ، اللَّهُمَّ عِنْدَكَ أَحْتَسِبُ مُصِيْبَتِيْ  وَفَأَجِرْنِيْ فِيْها، وَأَبْدِلْنِيْ خَيْرًا مِنْهَا.

7. Bersedekah dengan niatan agar Allah SWT menjauhkan musibah yang turun kepadanya.

Demikian beberapa amalan yang bisa kita ambil faedah dan diterapkan ketika mendapatkan cobaan maupun ujian dalam hidup kita masing-masing, serta tak lupa juga dibarengi ikhitar yang maksimal. Semoga Allah senantiasa melindungai hamba-Nya yang taat dan hanya berharap pada-Nya.


[1] . Imam Ahmad, Musnad Ahmad, No 2778 (muassah risalah)

[2] Ihya Ulumiddin


*Santri PP Putri Salafiyah Syafiiyah Seblak

SebelumnyaBolehkah Berkurban Tanpa Hewan?
BerikutnyaMemaknai Hari Anak Nasional, Peningkatkan Pola Asuh Anak yang Baik